Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Baju Adat yang Dikenakan Presiden Jokowi dari Tahun ke Tahun untuk Pidato Kenegaraan

Natalia Bulan , Jurnalis-Selasa, 16 Agustus 2022 |11:26 WIB
Baju Adat yang Dikenakan Presiden Jokowi dari Tahun ke Tahun untuk Pidato Kenegaraan
Baju adat yang dipakai Jokowi dari tahun ke tahun untuk hadiri Sidang Tahunan MPR/Instagram/Reuters
A
A
A

Pemilihan pakaian adat Sasak tentu memunculkan ragam komentar di masyarakat, terutama di kalangan masyarakat

Sasak sendiri yang secara langsung memiliki ikatan emosional dengan pakaian adat tersebut. Umumnya, peristiwa ini memunculkan kebanggaan dari kalangan masyarakat Sasak karena pakaian adat mereka diperkenalkan pada acara resmi kenegaraan oleh Presiden Jokowi.

Pakaian yang dikenakan Presiden Joko Widodo pada acara tersebut disebut ragam busana “tegep”, yang berarti lengkap atau utuh.

Ragam ini merupakan busana resmi yang dikenakan pada upacara adat besar sehingga ragam busana ini bisa juga disebut sebagai pakaian kebesaran adat Sasak.

Selain ragam ini, masyarakat Sasak juga memiliki ragam busana untuk keperluan lain, yaitu ragam busana “Kiai” dan ragam busana “harian”, juga termasuk pakaian adat bagi kaum perempuan.

Adapun komponen-komponen pakaian “tegep” yang dikenakan presiden, mulai dari bagian paling atas (kepala) sampai yang terbawah, adalah sebagai berikut:

Pertama, “Sapuq”, ikat kepala atau destar. Terbuat dari kain songket. Agar tampak fashionable, antara motif “sapuq” dengan motif kain songket di bagian bawahnya, dipilih motif yang sama.

Sapuq adalah komponen pelindung kepala,menutupi bagian ubun-ubun layaknya fungsi peci.

Ada berbagai ragam ikatan pemasangansapuq. Pada yang dikenakan PresidenJokowi adalah bentuk ragam untuk upacara resmi.

Kedua, “Leang”, kain penutup bagian luar.Leang dipasangkan dengan menutupi kain “slewoq” di bagian dalamnya. Terbuat dari songket dengan motif yang disebut “Bulan Begantung” dan ada pula yang menyebutnya “Bulan Getap”.

Komponen ini dipasang sedemikian rupa, pada bagian depan dada dibentuk dengan pola yang khas, ujungnya menjulur ke bawah, simbol ketundukan, rendah hati kepada hadirin yang hadir. Secara estetika, tampak menjuntai indah.

Ketiga, “Selepan”, senjata tajam yang diselipkan di “leang”. Presiden Jokowi mengenakan “pemaje”, sebuah alat kerja bagi masyarakat Sasak yg biasanya digunakan dalam tahapan “finishing touch” dari suatu produk atau hasil kerja. Pesan simboliknya, sebelum mencapai tahap akhir dari suatu pekerjaan, ada proses “memperhalus sehingga tampak indah dan padu.

Selain “pemaje,” orang Sasak lazim menggunakan keris sebagai “pegangan,” sekaligus perlengkapan berbusana. Ada cara penempatan posisi keris, jika salah, bisa

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement