2. Syekh Yusuf Tajul Khalwati
Selanjutnya adalah Syekh Yusuf Tajul Khalwati yang diangkat sebagai pahlawan nasional pada 7 Agustus 1995. Ia merupakan pahlawan nasional asal Gowa yang lahir pada 3 Juli 1626 dan dibesarkan dalam keluarga bangsawan Makassar. Syekh Yusuf sempat menimba ilmu di Mekah, sebelum akhirnya kembali ke Nusantara dan mendarat di Banten, disambut oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Melansir Okezone, Yusuf yang kala itu baru saja tiba di Banten terkejut mendengar tanah kelahirannya sudah mendapat serangan Belanda. Yusuf pun menetap di Banten selama 16 tahun. Ia turut terlibat dalam perang antara Sultan Ageng dan Sultan Haji.
Sejarah mencatat, Yusuf lebih memihak pada Sultan Ageng dengan membawa pasukan asal Makassar. Sayangnya, perang tersebut dimenangkan Sultan Haji dan membuat Sultan Ageng beserta pasukannya, termasuk Yusuf, kabur.
Baca juga: 4 Pahlawan Nasional yang Gugur Sebelum Indonesia Merdeka, Ada Cipto Mangunkusumo
Ia berhasil ditangkap Belanda pada 1684 dan mendekam di Benteng Batavia. Kekhawatiran Belanda yang terlalu besar bahwa Yusuf akan melarikan diri membuatnya diasingkan ke Sri Lanka pada tahun yang sama. Tak cukup sampai di situ, Belanda terus takut jika Yusuf masih bisa menggerakkan pasukannya untuk memberontak. Jadi, Yusuf diasingkan ke Afrika pada 1693 bersama 49 pengikutnya. Dirinya terus berada di Afrika hingga menutup mata di tahun 1699.
Baca juga: 5 Tokoh TNI AL Bergelar Pahlawan Nasional, RE Martadinata Salah Satunya