Share

Angin Puting Beliung Mengamuk di Serdang Bedagai, 14 Rumah Rusak

Dimas Choirul, MNC Media · Jum'at 19 Agustus 2022 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 19 608 2650508 angin-puting-beliung-mengamuk-di-serdang-bedagai-14-rumah-rusak-gRK9Ea3qBx.jpg Puting beliung porakporandakan rumah di Serdang Bedagai (Foto: BNPB)

JAKARTA - Sebanyak 14 rumah yang ditinggali 14 KK rusak porak-poranda setelah angin puting beliung mengamuk di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (18/8) pukul 01.00 dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai mencatat sebanyak 14 rumah itu berada di tiga desa, dua kecamatan yang meliputi Desa Pematang Setrak dan Desa Bogak Besar di Kecamatan Teluk Mengkudu dan Desa Sukasari di Kecamatan Pejagahan.

"Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai telah berkoordinasi dengan lintas instansi terkait untuk monitoring dan kaji cepat," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

BPBD Serdang Bedagai juga mendata kebutuhan mendesak seperti bahan material bangunan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang terdampak.

Sebagai informasi, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai hari ini uujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan sekitarnya hingga Minggu (21/8),

Menyikapi hal itu, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.

"Upaya seperti monitoring kekuatan struktur baliho dan pohon-pohon besar di wilayah perkotaan hingga desa, pemantauan lereng perbukitan, susur sungai, pembersihan aliran sungai, kanal, saluran drainase perkotaan, dan saluran irigasi agar dilakukan secara berkala untuk meminimalisir potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi tata ruang lingkungan," ujarnya.

Guna mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometerologi lainnya seperti banjir, BNPB mengimbau apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

"Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini