Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Fakta Rekayasa CCTV Versi Ferdy Sambo, Ada Backsound di Videonya

Muhammad Farhan , Jurnalis-Kamis, 25 Agustus 2022 |07:32 WIB
3 Fakta Rekayasa CCTV Versi Ferdy Sambo, Ada Backsound di Videonya
Irjen Ferdy Sambo. (MNC Portal/Riana Rizkia)
A
A
A

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkap adanya rekayasa dalam rekaman CCTV versi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Rekaman CCTV tersebut ditampilkan kepada LPSK saat memenuhi undangan di Mapolda Metro Jaya pada 29 Juli 2022.

Berikut fakta-fakta soal rekaman CCTV yang direkayasa tersebut, sebagaimana dirangkum pada Kamis (25/8/2022) :

1. Ada Backsound

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, membeberkan dalam pertemuan di Polda Metro Jaya yang dipimpin Wadirkrimum AKBP Jerry R Siagian, LPSK ditunjukkan rekaman CCTV perjalanan rombongan Sambo dari Magelang, Jawa Tengah hingga rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Namun, dalam rekaman CCTV tersebut terdengar suara-suara musik atau backsound.

“Tetapi itu sudah ada rekayasa karena ada suara-suara musik, jadi ada backsoundnya," ujar Hasto Atmojo Suroyo.

2. Narasi Kondisi Putri Candrawathi

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, mengatakan dalam rekaman tersebut juga disertai narasi. Narasi ini menjelaskan soal kondisi dari istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

"Kemudian ada yang menerangkan menjelaskan termasuk menerangkan situasi atau kondisi dari Ibu PC (Putri Candrawathi) sebagai korban," ujar Edwin kepada wartawan, Rabu (24/8/2022).

3. Narasi Kekerasan Seksual

Menurut Edwin, terdapat sejumlah kalimat yang benar-benar menciptakan kesan seolah-olah PC adalah korban kekerasan seksual.

"Ada narasinya. Itu ya sebagai upaya untuk mempengaruhi yang terundang. (Narasinya) Kasian Ibu Putri ini perempuan, punya anak, jadi korban cabul, segala macam diperlihatkan wajahnya dan (disampaikan) bajunya terbuka," tutur Edwin.

"Itu kan dengan maksud untuk mempengaruhi para undangan supaya yang diundang itu sama frekuensinya dengan maksud tujuan dari si pengundang biar satu pemahaman," tutur Edwin.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement