Share

Kasus PMK di Indramayu Tembus 2.317, 177 di antaranya Mati

Andrian Supendi, MNC Portal · Kamis 25 Agustus 2022 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 25 525 2654673 kasus-pmk-di-indramayu-tembus-2-317-177-di-antaranya-mati-q51fknhXFI.jpg Kasus PMK di Indramayu capai 2.317. (MNC Portal)

INDRAMAYU - Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mencapai 2.317 ekor. Rinciannya, 953 ekor masih sakit, 1.174 ekor sembuh, 177 ekor mati, dan 13 ekor dipotong.

Jumlah tersebut didapat dari data perkembangan kasus PMK Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Indramayu, Dian Daju mengatakan, penyebaran kasus PMK pada ternak ini terjadi di 27 desa yang berada di 19 Kecamatan wilayah Kabupaten Indramayu.

"Yang sudah sembuh dan dinyatakan selesai sebanyak 17 desa. Tapi yang masih terjadi kasus aktif PMK sebanyak 10 desa yang tersebar di 7 kecamatan, yaitu Kecamatan Cikedung, Juntinyuat, Tukdana, Sliyeg, Kadanghaur, Anjatan, dan Sukra," kata dia, kepada MNC Portal Indonesia (MPI), di ruang kerjanya, Kamis (25/8/2022).

Sedangkan, disampaikan Dian Daju, jumlah kasus PMK terbanyak ditemukan di Kecamatan Cikedung, dengan 1.978 ekor sapi terdampak PMK, terdiri dari 925 ekor masih sakit, 894 sudah sembuh, dan 159 ekor mati.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Di Kecamatan Cikedung penyebaran PMK ada di dua desa, yakni Desa Amis dan Jatisura. Kematian karena penyakit PMK ini kebanyakan terjadi di hewan muda, yang usianya 3 hingga 5 bulan," ujar dia.

Dian Daju menambahkan, sebagai upaya penanggulangan, pihaknya telah mengirim dokter hewan untuk melakukan pengobatan dan sosialisasi tentang penanganan PMK ke wilayah tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini