Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Legenda Keris Pusaka Ken Arok dan Kutukan Berdarah Empu Gandring

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 28 Agustus 2022 |16:00 WIB
Legenda Keris Pusaka Ken Arok dan Kutukan Berdarah Empu Gandring
Ilustrasi. (Foto: Ist)
A
A
A

Suatu ketika, Ken Arok mengamati pusaka kerajaan di kamarnya sendirian. Salah satu pusaka adalah keris buatan Empu Gandring tanpa sarung. Kemudian, dirinya melihat ada ceceran daerah pada keris tersebut hingga membuatnya ketakutan dan mendengar suara gaib dari keris tersebut yang meminta tumbal.

Memanfaatkan kegemaran Anusapati pada sabung ayam, Tohjaya mengambil keris Empu Gandring dari Anusapati dan langsung membunuhnya. Setelah membunuh Anusapati, Tohjaya kini menguasai takhta Singasari.

Masa pemerintahan Tohjaya diwarnai ketidakpuasan rakyat yang memicu pemberontakan dan perang yang menewaskan Tohjaya. Setelah perang berakhir, Ranggawuni mengambil alih Kerajaan Singasari, menmunculkan apa yang disebut sebagai masa damai kerajaan itu.

Keris Empu Gandring sendiri tidak diketahui keberadaannya setelah kematian Tohjaya, meski beberapa sumber spiritual meyakini keris tersebut tidak musnah atau hancur. Legenda lain menyebutkan bahwa keris itu diambil oleh raja Jawa yang memiliki kesaktian luar biasa untuk memusnahkan keris itu dibuang ke kawah Gunung Kelud di Jawa Timur.

Menurut legenda ada tujuh orang yang tewas oleh keris Empu Gandring, yaitu: Empu Gandring, Kebo Ijo, Tunggul Ametung, Ken Arok, Ki Pengalasan, Anusapati, dan Tohjaya. Terakhir Ken Dedes juga disebut mati oleh keris itu.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement