Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berharta Rp2 Kuadriliun, Gautam Adani Jadi Taipan Asia Pertama Bergelar Orang Terkaya Ketiga Dunia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 31 Agustus 2022 |13:09 WIB
Berharta Rp2 Kuadriliun, Gautam Adani Jadi Taipan Asia Pertama Bergelar Orang Terkaya Ketiga Dunia
Taipan India Gautam Adani. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW – Nama Gautam Adani mungkin tidak terlalu dikenal dibandingkan miliarder dunia lainnya, tetapi taipan India itu kini berada di peringkat tiga besar Indeks Miliarder Bloomberg, menyingkirkan konglomerat yang lebih tersohor, termasuk pendiri Microsoft, Bill Gates.

Ini adalah pertama kalinya orang dari Asia masuk ke tiga besar Indeks Bloomberg. Dua taipan Asia yang lebih terkenal, Mukesh Ambani dan pendiri Alibaba Jack Ma, tidak pernah mencapai peringkat tersebut.

Adani, seorang jebolan perguruan tinggi yang pertama kali mencoba peruntungan sebagai pedagang berlian sebelum beralih ke batu bara dan akhirnya membangun salah satu konglomerat terbesar di dunia, menjadikannya orang terkaya ketiga dunia.

Dengan kekayaan USD137,4 miliar (sekira Rp2 kuadriliun), Adani telah melampaui ketua LVMH Bernard Arnault dan sekarang hanya berada di belakang kepala eksekutif Tesla Elon Musk dan pendiri Amazon.com Jeff Bezos dalam peringkat Bloomberg.

Dilansir dari The Straits Times, Adani, (60), telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk mengembangkan konglomerat batubara-ke-pelabuhannya, merambah ke segala hal mulai dari pusat data hingga semen, media, dan alumina.

Grup Adani sekarang memiliki operator pelabuhan dan bandara sektor swasta terbesar di India, distributor gas kota dan penambang batu bara. Sementara tambang Carmichael di Australia telah dikritik oleh para pencinta lingkungan, pada November grup itu berjanji untuk menginvestasikan USD70 miliar dalam energi hijau untuk menjadi produsen energi terbarukan terbesar di dunia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement