Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bagikan NIB di Jayapura, Jokowi: Jangan Digunakan untuk Beli Motor dan Mobil

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Rabu, 31 Agustus 2022 |10:52 WIB
Bagikan NIB di Jayapura, Jokowi: Jangan Digunakan untuk Beli Motor dan Mobil
Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres/Raka Dwi Novianto)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan secara langsung Nomor Induk Berusaha (NIB) pelaku usaha mikro kecil (UMK) perseorangan di GOR Toware (HMS), Kabupaten Jayapura.

"Saya senang setelah di Jakarta, kemudian NIB (diberikan) di luar Jawa yang pertama dilakukan di tanah Papua di Jayapura. Karena saya tahu menterinya dari Jayapura saya tahu," kata Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (31/8/2022).

BACA JUGA:Soal Pembentukan 3 Provinsi Baru, Jokowi: Papua Terlalu Luas Kalau Hanya 2 Provinsi 

Jokowi menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) ekonomi atau perputaran ekonomi digerakkan 61 persen oleh UMKM. Dan hampir 97 persen urusan pekerja ketenagakerjaan juga atas kontribusi UMKM yang berjumlah kurang lebih 64 juta lebih.

"Tetapi tadi pak menteri investasi menyampaikan yang memiliki NIB yang telah didorong oleh kementerian investasi baru 1,8 juta artinya yang lain belum memiliki NIB Oleh sebab itu (UMK Jayapura) beruntung telah memiliki NIB," kata Jokowi.

 

Jokowi menjelaskan, diserahkannya NIB menjadi bukti pelaku UMKM di Jayapura telah resmi menjadi pengusaha formal.

"Terus kalau sudah pegang ini seperti apa? Bapak ibu bisa akses permodalan ke bank minta yang namanya KUR kredit usaha rakyat," ujarnya.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Serahkan BLT BBM di Jayapura 

Jokowi pun menceritakan, saat dirinya menjadi pelaku UMKM, bunga bank pada saat itu berbeda dengan sekarang. Saat ini, bunga bank hany 3 persen dan itupun disubsidi oleh pemerintah.

"Saya dulu ingat pertama kali berusaha saya pinjam Rp30 juta ke bank tapi bunganya enggak kayak KUR sekarang bunganya mahal dulu (beda). KUR sekarang bunganya berapa? 3% tapi itu disubsidi pemerintah supaya usaha mikro usaha kecil kita bisa berkembang dengan cepat. Jadi segera manfaatkan yang namanya NIB ini kemudian akses ke permodalan yang namanya KUR," kata Jokowi.

Jokowi pun mewanti-wanti kepada pelaku UMKM di Jayapura agar tidak menggunakan uang KUR untuk kepentingan pribadi. Misalnya, membeli mobil, motor atau barang elektronik lainnya.

"Kalau ngitung kira-kira enggak masuk enggak usah minjam, dihitung masih untung bisa angsur silakan minjam. Dan kalau sudah minjam hati-hati pinjam dapat Rp50 juta jangan sekali-kali separuhnya untuk beli sepeda motor atau pinjam Rp200 juta, Rp100 juta untuk beli mobil sekali-kali jangan dipakai yang namanya uang bank itu untuk beli barang-barang kenikmatan kemewahan seperti itu, ndak," katanya.

Maka dari itu, Jokowi berharap uang yang dipinjam melalui KUR dapat dimanfaatkan semuanya untuk modal usaha dan investasi.

"Nanti kalau dapat keuntungan sisihkan tabung ah mau beli mobil sisihkan sebulan untung Rp2 juta sisihkan, untung Rp3 juta sisihkan, untung Rp4 juta sisihkan kalau cukup silakan kalau mau beli mobil silakan. Tapi jangan pakai yang namanya pinjamin pokok bank itu dipakai untuk beli mobil beli sepeda motor atau beli TV atau beli yang lain-lain ndak saya titip itu aja," kata Jokowi.

"Karena teman-teman saya dulu saat saya masih UMKM banyak yang jatuh dan enggak bisa bangun karena keliru ngitung kemudian pinjam untuk beli mobil senangnya hanya 6 bulan. Beli mobil senangnya hanya 6 bulan enggak bisa nyicil bank enggak nyicil ke dealer. Mobilnya diambil banknya juga bermasalah. Jangan seperti itu gunakan pinjaman bank itu untuk semuanya total modal usaha modal kerja modal investasi," imbuhnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement