JAKARTA - Kopda Muslimin, anggota Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 15/DBY, Semarang yang merupakan pelaku penembakan terhadap istrinya, Rina Wulandari, meninggal dunia akibat keracunan sianida.
(Baca juga: Amarah Kopda Muslimin Meledak saat Cintanya Bertepuk Sebelah Tangan)
"Dari hasil pemeriksaan toksikologi, ditemukan antara lain baik dari sampel urine, otak kecil, batang otak, ginjal kiri, jantung, dan paru kiri positif mengandung racun sianida," kata Kepala Penerangan Kodam IV Diponegoro Letkol Bambang Hermanto dalam keterangannya, Kamis (1/9/2022).
Menurutnya, kandungan sianida juga ditemukan di sampel darah, otak besar, lambung, hati, serta ginjal kanan.
Dari hasil visum et repertum, lanjut dia, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Muslimin.Dengan demikian, kuat dugaan Kopda Muslimin bunuh diri dengan mengonsumsi racun.
Hal tersebut, kata dia, juga diperkuat dengan keterangan saksi-saksi serta bukti yang ditemukan di rumah orang tua Muslimin di Kendal, tempatnya mengakhiri hidup.
Bambang melanjutkan, Kopda Muslimin juga meninggalkan enam lembar surat wasiat untuk istri dan anak-anaknya.