Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Laporan Prajurit Kopassus Tewas Dianiaya Seniornya Tak Disampaikan, Jenderal Andika Marah Besar

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 01 September 2022 |18:09 WIB
Laporan Prajurit Kopassus Tewas Dianiaya Seniornya Tak Disampaikan, Jenderal Andika Marah Besar
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa/tangkapan layar
A
A
A

JAKARTA - Kasus kematian prajurit Kopassus Sertu Marctyan Bayu Pratama oleh seniornya di Papua membuat Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa marah besar. Pasalnya, Andika yang juga prajurit Baret Merah ini tidak pernah menerima laporan soal kasus kematian Sertu Bayu.

(Baca juga: Panglima TNI Minta Kasus Tewasnya Sertu Bayu Disidik Ulang)

"Saya tidak tahu untuk kasus ini. Karena saya tidak pernah dilapori. Saya sejak masuk di sini akhir November sampai dengan ibu itu bicara di media, saya enggak pernah tahu. Enggak pernah dilapori, yaitulah kami penuh dengan masalah," kata Andika dilansir dari channel Andika Perkasa, Kamis (1/9/2022).

Dikatakan Andika, kasus tindak pidana yang menyebabkan orang meninggal menjadi prioritasnya. Apapun itu masalahnya, oleh karena itu, pihaknya akan menelusuri ulang kasus Sertu Bayu ini.

Saat menelusuri berkas perkara Sertu Bayu, Andika mengaku ada yang tidak pas yaitu mengenai pasal yang dikenakan terhadap para pelaku penganiayaan Sertu Bayu.

"Karena ternyata berkas yang dilimpahkan penyidik pasalnya bukan pasal menurut saya bukan pasal relevan. Saya ulangi, saya ulangi bu, walau ini sudah dilimpahkan saya ulangi, saya tidak mau. Itulah yang sedang kami lakukan. Saya akan kawal secepat-cepatnya,"bebernya.

"Jadi kami tidak menerima berkas yang sudah diselesaikan penyidik waktu itu bulan Desember yang sudah diserahkan ke Otmil Jayapura. Saya buka kembali. Paling tidak ini membuat ibu yang sudah kehilangan anaknya merasa paling tidak ada keadilan,”pungkasnya.

Diketahui, Sertu Inf Bayu tewas pada November 2021, dia meninggal dunia di Papua, saat melaksanakan tugas negara. Ibu Sertu Bayu melaporkan kepada Jenderal TNI Andika bahwa putranya diduga kuat meregang nyawa karena tindak kekerasan yang dilakukan seniornya di daerah operasi.

Dikabarkan, tindak kekerasan itu dipicu masalah utang piutang antara almarhum Sertu Bayu dengan rekan-rekannya sesama prajurit TNI. Tak cuma itu saja, almarhum juga dikabarkan dituduh telah menjual amunisi kepada kelompok separatis teroris bersenjata OPM Papua.

Informasi terakhirnya diterima orangtua almarhum adalah, Sertu Bayu meninggal usai dilakukan pemeriksaan. Disebutkan saat proses pemeriksaan, Sertu Bayu dianiaya hingga lemas dan akhirnya menghembuskan napas terakhir.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement