Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Setelah 77 Tahun, Sosok Bocah yang Gendong Mayat Adiknya Setelah Bom Nagasaki Masih Jadi Misteri

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2022 |14:01 WIB
Setelah 77 Tahun, Sosok Bocah yang Gendong Mayat Adiknya Setelah Bom Nagasaki Masih Jadi Misteri
Foto: Anak-laki-laki yang berdiri di dekat krematorium yang diambil oleh Joe O'Donnell pada 1945.
A
A
A

Militer AS mengirim O’Donnell ke Nagasaki untuk mendokumentasikan kerusakan yang ditimbulkan di Jepang yang disebabkan oleh serangan udara dari bom api dan bom atom.

Selama tujuh bulan berikutnya mulai September 1945, ia melakukan perjalanan melintasi Jepang Barat mencatat kehancuran, mengungkapkan penderitaan para korban bom termasuk yang tewas, yang terluka, tunawisma, dan yatim piatu. Foto-foto penderitaan para korban itu masih terus teringat olehnya.

Foto itu dirilis ke publik pada 1989. Salah satu penyintas serangan bom atom Nagasaki mengenali anak laki-laki di foto itu tetapi tidak tahu namanya. Nama penyintas itu adalah penulis Masanori Muraoka.

Masanori Muraoka. (Foto: Mainichi)

Muraoka mengatakan bahwa dia pertama kali bertemu dengan anak laki-laki di foto di Sekolah Dasar Nasional Zenza, yang sekarang dikenal sebagai Sekolah Dasar Zenza dan mereka bermain bersama dalam beberapa kesempatan.

Muraoka baru berusia 11 tahun ketika bom dijatuhkan di Nagasaki. Dia mengatakan dia bertemu bocah itu setelah serangan di gunung di belakang rumahnya dan melihat dia menggendong bayi berusia satu tahun di punggungnya.

Anak laki-laki itu berkata, "Ibuku tidak ada di sini," dan Muraoka menjawab, "mungkin dia mencarimu." Muraoka kemudian melihat anak laki-laki itu berjalan menjauh darinya, turun dari gunung. Itulah terakhir kali dia melihat anak itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement