Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Setelah 77 Tahun, Sosok Bocah yang Gendong Mayat Adiknya Setelah Bom Nagasaki Masih Jadi Misteri

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2022 |14:01 WIB
Setelah 77 Tahun, Sosok Bocah yang Gendong Mayat Adiknya Setelah Bom Nagasaki Masih Jadi Misteri
Foto: Anak-laki-laki yang berdiri di dekat krematorium yang diambil oleh Joe O'Donnell pada 1945.
A
A
A

FOTO seorang anak menggendong saudaranya yang sudah meninggal di punggungnya setelah ledakan bom atom di Jepang menyisakan misteri yang belum terungkap hingga saat ini. Foto itu diambil oleh jurnalis Joe O’Donnell di Nagasaki pada 1945 untuk militer Amerika Serikat (AS).

Saat itu O’Donnell sedang menyaksikan kremasi ketikan seorang anak berjalan dan berdiri tegak. Di punggung anak itu dia melihat seorang bayi dengan kepala dimiringkan seperti sedang tertidur lelap.

“Saya melihat seorang anak laki-laki berusia sekira sepuluh tahun lewat. Dia menggendong bayi di punggungnya. Pada masa itu di Jepang, kita sering melihat anak-anak bermain dengan adik laki-laki atau perempuan mereka di punggung mereka, tetapi anak laki-laki ini jelas berbeda,” kata O’Donnel dalam sebuah wawancara sebagaimana dilansir dari Rarehistoricalphotos.

“Saya bisa melihat bahwa dia datang ke tempat ini untuk alasan yang serius. Dia tidak memakai sepatu. Wajahnya keras. Kepala kecil itu dimiringkan ke belakang seolah-olah bayi itu tertidur lelap. Anak laki-laki itu berdiri di sana selama lima atau sepuluh menit”.

Dia memperhatikan anak itu sebentar sampai pria bermasker putih berjalan ke arahnya dan mengambil bayi itu. Bayi itu sudah mati.

“Para pria bermasker putih berjalan ke arahnya dan diam-diam mulai melepaskan tali yang menahan bayi itu. Saat itulah saya melihat bayi itu sudah mati. Orang-orang memegang tubuh dengan tangan dan kaki dan meletakkannya di atas api. Anak laki-laki itu berdiri tegak di sana tanpa bergerak, mengamati kobaran api.

BACA JUGA: Cerita Kemerdekaan RI: Mengerikannya Bom Atom "Little Boy" dan "Fat Man" yang Hempaskan Jepang

“Dia menggigit bibir bawahnya begitu keras hingga mengeluarkan darah. Nyala api menyala rendah seperti matahari terbenam. Bocah itu berbalik dan berjalan diam-diam pergi,” kata O’Donnel.

Anak itu dan Joe O'Donnell menyaksikan bayi itu dilemparkan ke dalam api, terbakar sampai yang bisa mereka lihat hanyalah abu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement