Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Bukit Soeharto, Sejarah Kelam Penjajahan Jepang dan Pembuangan Mayat Korban Petrus

Rifqa Nisyardhana , Jurnalis-Jum'at, 02 September 2022 |14:22 WIB
Kisah Bukit Soeharto, Sejarah Kelam Penjajahan Jepang dan Pembuangan Mayat Korban Petrus
Bukit Soeharto/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

TAMAN Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan tempat yang terkenal dengan kisah mistisnya. Dulunya, tempat tersebut merupakan pembuangan mayat-mayat pada zaman kerja paksa (Romusa) penjajahan Jepang.

Dilansir dalam “666 Misteri Paling Heboh: Indonesia & Dunia” yang disusun oleh Tim Pustaka Horor, menceritakan bagaimana hantu-hantu di Bukit Soeharto senang mengganggu manusia yang memasuki kawasan tersebut.

(Baca juga: KLHK Siapkan Koridor Satwa Bukit Suharto di Ibu Kota Baru)

Hantu-hantu itu suka membuat korbannya hilang saat melintasi tempat tersebut. Korbannya pun akan sulit ditemukan. Bahkan jika berhasil ditemukan, mereka akan dalam kondisi setengah gila.

Warga sekitar bercerita bahwa ada seorang warga yang mengaku telah diganggu oleh hantu Romusa. Saat itu dia sedang berkerja membuat jalan di Tahura Bukit Soeharto dan tiba-tiba dirinya dikejutkan ketika melihat rombongan pekerja paksa yang membawa peti sambal sambil ditodong oleh senapan.

Pekerja paksa itu diperintahkan untuk menggali tanah. Ketika tanah tersebut sudah tergali, peti yang mereka bawa dimasukkan ke dalam lubangnya. Setelah itu, para pekerja paksa didorong ke dalam lubang dan dilempari granat.

Sontak, warga yang menyaksikan hal tersebut langsung pingsan. Saat warga tersebut sadar, dia dengan rasa penasarannya mencari lokasi lubang tersebut. Namun ternyata, saat dicek, dia tidak ada menemukan apa-apa di sana.

Selain menjadi tempat pembuangan mayat Romusa, Bukit Soeharto juga menjadi tempat pembuangan mayat peristiwa penembakan misterius (petrus) di Kaltim pada zaman Orde Baru.

Ada sepasang suami dan istri yang menceritakan pengalaman menyeramkannya saat berkendara melewati Bukit Soeharto di malam hari. Suami itu mencium aroma tidak sedap dalam mobilnya, tetapi dia memilih untuk tetap diam. Lain halnya dengan istrinya yang tak berhenti mengoceh sepanjang perjalanan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement