JAKARTA - Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai bahwa setelah dicopot sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), namun posisi Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tetap aman.
(Baca juga: Sebelum Diberhentikan, PPP Sempat Tunggu Pengunduran Diri Suharso)
Mengingat, kata Herry, pencopotan menteri berada di tangan presiden. Sedangkan menurutnya, pemberhentian Suharso sebagai ketum PPP karena memiliki masalah internal partai, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mungkin memasuki hal tersebut.
"Jokowi kan tidak mungkin sampai masuk pada konstelasi internalnya PPP, itu adab politik ya," kata Herry kepada MNC Portal, Senin (5/9/2022).
Dikatakan Herry, meskipun Suharso harus mundur dari jabatannya sebagai menteri karena sudah mendapat kecaman dari umat islam, namun semua kembali lagi ke keputusan Presiden Jokowi.
"Itu kan usulan PPP, yang memilih Menteri kan bukan PPP tapi Jokowi, artinya meskipun etikanya Suharso harus mundur ini juga kembali ke Jokowi," ucapnya.