Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Strategi Jitu Sekutu Menumbangkan Nazi dengan Menggunakan Trik Sulap

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 06 September 2022 |05:00 WIB
Strategi Jitu Sekutu Menumbangkan Nazi dengan Menggunakan Trik Sulap
Seniman diaggap berjasa menumbangkan Nazi yang dipimpin Adolf Hitler/ Foto: BBC
A
A
A

JAKARTA - Dalam masa perang, seniman secara tradisional memiliki peran kecil untuk dimainkan.

Sejak Perang Dunia Pertama dan seterusnya, militer menyadari manfaat pengetahuan seniman tentang ilusi visual. Pengawasan dari udara kerap dilakukan, maka penyamaran sangat dibutuhkan.

Wawasan seniman tentang cahaya dan bayangan pun menjadi penting. Untuk pertama kalinya, keterampilan artistik dijadikan senjata.

Salah satu seniman ahli kamuflase di Inggris yang paling penting dalam Perang Dunia Pertama adalah Solomon J Solomon, anggota Royal Academy yang pernah belajar di bawah bimbingan pelukis Prancis terkenal Alexandre Cabanel.

Dalam Perang Besar, Solomon dengan penuh semangat menyusun taktik kamuflase militer di front Barat. Dia mengembangkan jaring kamuflase sebagai metode menutupi parit dan metode ini menjadi sangat berpengaruh.

Dilansir dari BBC, dia mengerjakan banyak skema penipuan lainnya termasuk "pohon observasi", replika batang pohon berongga yang ditempatkan di tanah tak bertuan, tempat pasukan dapat mengamati parit musuh.

Pematung dan pelukis Leon Underwood, yang pernah belajar di Royal College of Art sebelum perang, membantu merancang dan merakit pohon-pohon ini, pekerjaan yang sangat berisiko saat itu.

Seniman lain yang berkontribusi dalam upaya perang dalam Perang Dunia Pertama adalah Norman Wilkinson. Sebelum perang, ia telah menghasilkan seni rupa serta poster dan ilustrasi untuk koran seperti The Illustrated London News.

Tetapi pengabdian aktif di Royal Navy mendorong ide-ide artistiknya ke wilayah yang sama sekali lebih radikal, dan dia mulai mengerjakan ide-ide untuk melindungi kapal dari serangan musuh.

Menyadari bahwa kapal perang terlalu mencolok untuk bisa disembunyikan sepenuhnya di laut lepas, ia mengembangkan kamuflase kapal: komposisi garis-garis abstrak berdasarkan garis perspektif, yang dirancang untuk membingungkan musuh dan mempersulit mereka mendeteksi kecepatan dan posisi kapal.

Eksperimennya dilakukan di empat studio di Royal Academy di London, tempat dia bekerja dengan tim seniman termasuk Edward Wadsworth.

Strategi-strategi ini menjadi inspirasi penting untuk operasi penipuan melawan Nazi dalam Perang Dunia Kedua. Namun, generasi seniman baru kemudian menciptakan teknik ilusi yang jauh lebih canggih.

Trik Sulap

Geoffrey Barkas dan Tony Ayrton adalah pemimpin Direktorat Kamuflase Komando Timur Tengah, sebuah unit yang didedikasikan untuk menemukan strategi menyembunyikan para pasukan dari penglihatan musuh.

Direktorat itu bukan berisi tentara yang tangguh, tetapi mantan seniman, desainer panggung, dan kartunis yang telah direkrut karena keterampilan mereka dalam tipu daya visual.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement