Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penyebab Pneumonia Misterius di Argentina Terkuak, Diidentifikasi Sebagai Legionella

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 06 September 2022 |16:25 WIB
Penyebab Pneumonia Misterius di Argentina Terkuak, Diidentifikasi Sebagai Legionella
Ilustrasi pneumonia misterius di Argentina (Foto: Public domain)
A
A
A

ARGENTINA - Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) mengatakan sekelompok kasus pneumonia di Tucumán, Argentina, disebabkan oleh legionella, bakteri yang menyebabkan penyakit Legionnaires.

Organisasi itu mengatakan hingga Sabtu (3/9/2022), total 11 kasus pneumonia telah diidentifikasi sebagai bagian dari wabah yang terkait dengan klinik kesehatan di kota San Miguel de Tucumán, termasuk empat kematian pada pasien dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Menurut pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis Senin (5/9/2022), semua kasus mengalami gejala pneumonia bilateral, demam, nyeri otot, sakit perut, dan sesak napas antara 18 dan 25 Agustus dan secara epidemiologis terkait dengan fasilitas kesehatan.

Baca juga: WHO Pantau 10 Kasus Pneumonia Misterius dan 3 Kematian di Argentina

Dari 11 kasus, delapan kasus adalah petugas kesehatan fasilitas dan tiga adalah pasien dari fasilitas kesehatan. Tiga dari empat kematian termasuk di antara petugas kesehatan. Empat kasus masih dirawat di rumah sakit hingga Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Misteri Pneumonia "Misterius" Sebabkan 4 Orang Meninggal, Mulai Terkuak!

Pernyataan WHO mengatakan sampel darah, pernapasan dan jaringan diperoleh dari 11 kasus, dan tes awal yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat setempat negatif untuk virus pernapasan, dan agen virus, bakteri, dan jamur lainnya.

“Wabah sporadis legionellosis pneumonia telah dilaporkan di Argentina sebelumnya. Ada kegiatan pengawasan ketat yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang terkena dampak. Meskipun demikian, dengan tidak adanya sumber bakteri Legionella yang teridentifikasi, risiko berkembangnya Legionellosis untuk orang yang bekerja atau dirawat di rumah sakit di fasilitas kesehatan yang sama saat ini sedang,” terang pernyataan WHO, dikutip CNN.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement