Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gugat Kabareskrim, Eks Kuasa Hukum Bharada E Ingin Tahu Kenapa Dirinya Diminta Mundur

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Rabu, 07 September 2022 |15:44 WIB
Gugat Kabareskrim, Eks Kuasa Hukum Bharada E Ingin Tahu Kenapa Dirinya Diminta Mundur
Deolipa Yumara dan Burhanuddin (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Deolipa Yumara dan Burhanuddin menggugat Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Bharada Richard Elizer Pudihang Lumiu atau Bharada E, dan pengacara Ronny Talapessy ke PN Jakarta Selatan. Keduanya ingin mengetahui penyebab diminta mundur sebagai pengacara Bharada E.

"Ada kejadian-kejadian yang mendahului sebelumnya, yang meminta kita mundur. Nah, kita mau ungkap di persidangan apa sih sebenarnya, kenapa diminta mundur," ujar Burhanuddin pada wartawan di PN Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).

Burhanuddin mengungkapkan, sebelum dia dicabut sebagai kuasa hukum oleh Bharada E, dia sempat diminta mundur Bareskrim Polri. Namun, saat itu, dia menolak permintaan tersebut dan memilih tetap menjadi pengacara Bharada E.

"Tempo hari kita diminta mundur, kita gak mau mundur, makanya dia pakai cara kedua, prinsipalnya Bharada E ini yang cabut," tuturnya.

Menurutnya, dalam penegakan hukum, ada 4 unsur penting, yakni penyidik dalam hal ini Polri, Jaksa, Hakim, dan Advokat. Gugatan itu juga dilakukan guna melindungi marwah advokat lantaran saat dia ditunjuk Bareskrim Polri untuk mendampingi Bharada E, pihaknya selaku advokat tak bisa mengikuti aturan Bareskrim.

Burhanuddin menambahkan, seorang advokat harus ikut dan tunduk pada aturan kode etik advokat itu sendiri dalam menjalankan profesi advokatnya sesuai persyaratan undang-undang. Maka itu, polisi diminta untuk menghormati dan menghargai advokat.

"Poinnya di sini, advokat yang diberi kuasa tak diperlakukan sewenang-wenang, Polri harus terbuka matanya bahwasanya mendelegasikan advokat buat mendampingi buat penyidikan, dia harus menghargai profesi advokat, bukan duduk manis saja lah kamu dampingi, tapi kamu tak bisa ngomong, tak bisa apa-apa, ngapain ini kalau sekadar formalitas saja," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement