Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ratu Elizabeth II Meninggal, Para Pemimpin Asia Ungkapkan Kesedihan Mendalam

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2022 |10:52 WIB
Ratu Elizabeth II Meninggal, Para Pemimpin Asia Ungkapkan Kesedihan Mendalam
PM Singapura Lee Hsien Loong saat bertemu Ratu Elizabeth II (Foto: Lee Hsien Loong/Facebook)
A
A
A

JEPANG – Tak hanya Inggris dan Eropa maupun Barat yang berduka cita atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Duka mendalam juga dirasakan di Asia.

Warga Asia terkejut dengan kabar duka itu. Para pemimpin negara pun mengirimkan belasungkawa mereka.

Di Jepang, Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida mengungkapkan "kesedihan yang mendalam".

"Kematian Ratu, yang memimpin Inggris melalui masa-masa yang bergejolak di dunia, merupakan kehilangan besar tidak hanya bagi rakyat Inggris tetapi juga komunitas internasional," katanya kepada wartawan, dikutip BBC.

Baca juga: Raja Arab Saudi Ikut Berduka, Sebut Ratu Elizabeth II Model Kepemimpinan yang Akan Diabadikan dalam Sejarah

Di Singapura yang sebelumnya diperintah oleh Inggris dan anggota Persemakmuran, PM Lee Hsien Loong menulis di Facebook jika semua orang di Singapura berduka cita atas meninggal Ratu Elizabeth II.

Baca juga: Mengenang Ratu Elizabeth II, PM Selandia Baru: Kenangan Kuat Adalah Tawanya

Loong mengungkapkan kesedihannya atas kematian Ratu Elizabeth II dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya.

"Dia melakukan tugasnya dengan pengabdian, rahmat dan kerendahan hati. Kontribusinya untuk Inggris, Persemakmuran dan bahkan dunia akan dicatat dalam sejarah,” ujarnya.

“Yang Mulia adalah jantung dan jiwa Inggris Raya," tulisnya.

"Pemerintahan Yang Mulia melihat salah satu periode perdamaian dan kemakmuran terpanjang dalam sejarah Inggris. Sepanjang hidupnya, dia dengan gigih melayani Inggris dan Persemakmuran. Dia melakukan tugasnya dengan pengabdian, rahmat, dan kerendahan hati. Kontribusinya ke Inggris, Persemakmuran, dan memang ke dunia akan dicatat dalam sejarah, dan dia akan selalu dikenang dengan sayang sebagai pemimpin dunia yang hebat,” terangnya.

"Yang Mulia juga meninggalkan jejak yang signifikan dalam sejarah Singapura dan hubungan dekat kami yang telah berlangsung lama dengan Inggris," lanjutnya.

Lee juga menyampaikan belasungkawa kepada Raja Charles III, semua anggota Keluarga Kerajaan, PM Inggris Liz Truss, dan rakyat Inggris.

Dia juga berbagi foto dengan Yang Mulia, mencatat bahwa mereka bertemu pada beberapa kesempatan. Pertemuan terakhir terjadi pada 2018 saat pertemuan kepala pemerintahan Persemakmuran di London.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement