NEW YORK – Sikap mengheningkan cipta dilakukan para anggota Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB hari Kamis (8/9). Pengheningan cipta itu ditujukan atas wafatnya Ratu Elizabeth II, Ratu Inggris Raya dan Irlandia Utara.
Dalam sidang Majelis Umum, Presiden Sessi ke-78 Abdullah Shahid mengatakan Ratu Elizabeth IIakan selalu dikenang karena pengabdian dan dedikasinya di Inggris, di seluruh Persemakmuran dan di seluruh dunia.
“Ia melestarikan perdamaian dan persahabatan di dunia,” ucapnya, dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (9/9/2022).
Atas nama Majelis Umum, Shahid meminta Perwakilan Tetap Inggris di PBB untuk menyampaikan belasungkawa kepada Keluarga Kerajaan, Pemerintah dan rakyat Inggris dan negara-negara Persemakmuran.
Presiden Majelis Umum PBB itu juga menginformasi bahwa penghormatan resmi akan disampaikan kemudian.
Baca juga: Siapa Raja Pertama Kerajaan Inggris? Ini Biodatanya
Ratu Elizabeth II meninggal dunia di Istana Buckingham pada Kamis 8 September 2022. Penguasa Inggris terlama yang memerintah selama tujuh dekade itu berpulang di usianya ke-96 tahun. Dia memimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun.
Elizabeth naik takhta pada tahun 1952, setelah ayahya Raja George VI meninggal dunia. Dia mengawasi pergolakan terakhir kerajaan Inggris, melewati pergolakan global dan skandal domestik, dan secara dramatis memodernisasi monarki.
Dia meninggal di Kastil Balmoral di Skotlandia setelah dokter mengatakan mereka mengkhawatirkan kesehatannya.
Elizabeth memerintah Inggris Raya dan 14 wilayah Persemakmuran lainnya, dan menjadi salah satu wanita paling terkenal yang pernah hidup. Putranya, Charles, segera menjadi Raja setelah kematiannya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.