Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Inilah 3 Pembunuh Bayaran Paling Terkenal di Dunia, Ada yang Telah Habisi 500 Orang

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Selasa, 13 September 2022 |08:05 WIB
Inilah 3 Pembunuh Bayaran Paling Terkenal di Dunia, Ada yang Telah Habisi 500 Orang
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

PROFESI pembunuh bayaran adalah pekerjaan yang diselimuti misteri. Meski tidak diketahui secara resmi, nyatanya memang ada orang yang bekerja dan mendapat bayaran dengan menghabisi nyawa orang lain yang menjadi targetnya.

Julio Santana adalah seorang pembunuh bayaran yang bekerja untuk pemerintah Brasil dalam pertempuran menghadapi pemberontak komunis di Amazon pada 1970-an. Memulai karier sebagai seorang pembunuh bayaran pada usia 17 tahun, Santana mengklaim telah melakukan 500 pembunuhan saat pensiun di usia 52 tahun.

Lahir dari keluarga imigran Yahudi Israel yang pindah ke New York, Amerika Serikat (AS) Abraham Reles bekerja sebagai pembunuh bayaran untuk perusahaan bernama Murder Inc. Selama bekerja di perusahaan itu Reles mengaku melakukan 70 pembunuhan yang belum terungkap.

Reles dijatuhi hukuman mati pada November 1941, namun sebelum sempat dieksekusi dia bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 sebuah gedung di New York.

Berkarier sebagai pembunuh bayaran dari 1950-1958 di New York dan New Jersey, AS, Richard Leonard Kuklinski diketahui telah membunuh 200 orang. Kuklinski bekerja sebagai pembunuh bayaran untuk keluarga DeCavalcante dan mendapat julukan Iceman atau Manusia Es karena telah membekukan tubuh salah satu korbannya untuk menyamarkan kematian.

Baca Berita Selengkapnya: 3 Pembunuh Bayaran Berdarah Dingin Paling Fenomenal di Dunia

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement