Share

Ratu Elizabeth II Meninggal, PM Selandia Baru: Tidak Ada Rencana Jadi Republik

Susi Susanti, Okezone · Selasa 13 September 2022 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 18 2666783 ratu-elizabeth-ii-meninggal-pm-selandia-baru-tidak-ada-rencana-jadi-republik-ocFU43vygX.jpg PM Selandia Baru Jacinda Ardern (Foto: AP)

SELANDIA BARUPerdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern, pada Senin (12/9/2022) mengatakan pemerintahnya tidak akan melakukan langkah apa pun untuk mengubah Selandia Baru menjadi sebuah republik setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II.

Ardern mengatakan ia pernah berpikir Selandia Baru pada akhirnya akan menjadi republik, dan mungkin ini akan terjadi semasa hidupnya. Namun ternyata ada masalah-masalah lebih mendesak yang harus dilakukan pemerintahnya.

Pernyataan Ardern ini merupakan pertama kalinya ia berbicara mengenai perdebatan republik Selandia Baru setelah meninggalnya Elizabeth, dan mencerminkan pernyataan-pernyataan terdahulunya mengenai masalah ini. Ardern juga sebelumnya menyatakan dukungan bagi negara itu untuk akhirnya menjadi sebuah republik.

Baca juga: Mengenang Ratu Elizabeth II, PM Selandia Baru: Kenangan Kuat Adalah Tawanya

Berdasarkan sistem yang berlaku sekarang ini, raja Inggris tetap menjadi kepala negara Selandia Baru, yang diwakili di negara itu oleh seorang gubernur jenderal. Peran gubernur jenderal sekarang ini dianggap lebih bersifat seremonial.

Baca juga: Kepergian Ratu Elizabeth II, Opsi Referendum Negara Persemakmuran Inggris Menyeruak

Namun, masih banyak orang yang berpendapat bahwa Selandia Baru tidak akan dapat sepenuhnya keluar dari bayang-bayang masa lalu kolonialisnya dan menjadi negara yang benar-benar merdeka sebelum menjadi republik.

“Ada perdebatan, mungkin selama beberapa tahun,” terangnya, dikutip VOA.

“Ini hanya soal laju perdebatan, dan seberapa luas perdebatan itu terjadi. Saya telah berkali-kali menjelaskan pandangan saya. Saya benar-benar percaya itulah arah yang akan dituju Selandia Baru, pada waktunya. Saya percaya ini kemungkinan besar akan terjadi dalam hidup saya. Tetapi saya tidak melihatnya sebagai suatu langkah jangka pendek atau sesuatu yang ada di agenda dalam waktu dekat,” lanjutnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ia mengatakan bahwa menjadi republik bukanlah sesuatu yang direncanakan untuk dibahas pemerintahnya.

“Seperti yang saya katakan, sebagian besar sebenarnya karena saya tidak pernah merasakan urgensinya,” ujarnya.

“Ada begitu banyak tantangan yang kita hadapi. Ini adalah perdebatan signifikan yang besar. Menurut saya ini bukan perdebatan yang akan atau harus berlangsung dengan cepat,” ungkapnya.

Banyak orang di Selandia Baru yang telah berspekulasi pada masa lalu bahwa perdebatan mengenai republik baru akan mendapat momentum setelah meninggalnya Elizabeth, mengingat betapa ia dicintai oleh begitu banyak orang.

Ardern mengatakan dirinya tidak mengaitkan kedua peristiwa itu. Ardern pada Senin (12/9/2022) juga mengumumkan bahwa Selandia Baru akan memperingati meninggalnya Elizabeth dengan hari libur nasional pada 26 September mendatqang. Negara itu juga akan mengadakan upacara peringatan kenegaraan pada hari yang sama di ibu kota, Wellington.

Ardern mengatakan Elizabeth adalah sosok yang luar biasa dan banyak warga Selandia Baru yang akan menghargai kesempatan untuk memperingati kematiannya dan merayakan hidupnya.

“Sebagai ratu Selandia Baru dan penguasa yang sangat dicintai selama 70 tahun lebih, sudah layak bagi kita untuk memperingati kehidupannya dalam mengabdikan diri bagi pelayanan publik dengan mengadakan upacara peringatan kenegaraan dan satu hari libur umum,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa ia akan bertolak ke Inggris pekan ini untuk menghadiri upacara pemakaman Elizabeth.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini