Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kerajaan Singasari: Pendiri, Silsilah Lengkap dan Peninggalannya

Fatmawati , Jurnalis-Selasa, 13 September 2022 |19:08 WIB
Kerajaan Singasari: Pendiri, Silsilah Lengkap dan Peninggalannya
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
A
A
A

KERAJAAN Singasari atau disebut juga Kerajaan Tumapel, adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang didirikan oleh Ken Arok pada 1222 di Singasari, Malang.

Berdasarkan keterangan dalam Prasasti Kudadu, Kerajaan Singasari memiliki nama resmi Kerajaan Tumapel. Nama Tumapel juga muncul dalam berita Tiongkok dari Dinasti Yuan dengan ejaan Tu-ma-pan. Kakawin Nagarakretagama juga memperjelas jika ibu kota Tumapel bernama Kutaraja ketika pertama kali didirikan pada 1222.

Pararaton menyebutkan bahwa awalnya, Kerajaan ini hanyalah sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Saat itu, Tunggul Ametung menjabat sebagai ukuwu (setara camat) Tumapel tetapi akhirnya mati dibunuh dengan tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri, yaitu Ken Arok.

Setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok kemudian mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi dan menikahi istri Tunggul Ametung yang sedang mengandung, yaitu Ken Dedes

Anak Ken Dedes dari Tunggul Ametung itu nantinya diberi nama Anuspati. Selain Ken Dedes, Ken Arok juga mempunyai satu istri lagi bernama Ken Umang yang kelak melahirkan anak bernama Tohjaya.

Baca juga: Misteri Pemberontakan Bhayangkara di Awal Kertanagara Pimpin Kerajaan Singasari

Ketika berkuasa, Ken Arok berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kadiri. Namun, terjadi perseteruan antara Kertajaya, raja Kerajaan Panjalu, dengan kaum brahmana. Para brahmana lantas menggabungkan diri dengan Ken Arok.

Akhirnya, perang melawan Kadiri lantas meletus di Desa Genter pada 1222 yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. 

Silsilah Kerajaan Singasari

Berikut daftar raja Tumapel menurut versi Pararaton:

Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi (Ken Arok) (1222-1247 M)

Anuspati (1247-1249 M)

Tohjaya (1249-1250 M)

Ranggawuni (Wisnuwardhana) (1250-1272 M)

Kartanegara (1272-1292 M)

Seperti yang dikisahkan dalam Pararaton, Anuspati yang merupakan putra tunggal Ametung dan Ken Dedes ingin membalas dendam pada Ken Arok yang telah membunuh Ayahnya.

Pada tahun 1247, Anuspati melakukan niatnya dan Ken Arok mati di tangannya sendiri. Kemudian ia menjadi penguasa Tumapel.

Namun sayangnya, pada tahun 1249 Anuspati justru tewas dihabisi oleh Tohjaya yang merupakan anak Ken arok dari Ken Umang.

Pada 1253, Wisnuwardhana yang saat itu menjadi pemimpin Tumapel, menunjuk putranya yang bernama Kartanagara sebagai yuwaraja (putra mahkota) dan mengganti nama ibu kota kerajaan menjadi Singasari. Seiring berjalannya waktu, nama Singasari yang merupakan nama ibu kota justru lebih terkenal daripada nama Tumapel. Hal ini yang membuat Tumapel juga dikenal dengan nama Kerajaan Singasari.

Masa Kejayaan Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari menduduki puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Kartanegara sebagai raja terakhir. Di bawah pemerintahannya, kekuasaan Singasari berhasil mencakup seluruh jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Melayu, dan Semenanjung Melayu.

Kartanegara juga terkenal dengan gagasannya untuk menyatukan kerajaan-kerajaan di Nusantara di bawah payung kekuasaan Singasari. Gagasan ini dikenal sebagai Wawasan Nusantara I.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement