Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Alasan Kenapa 7 Jenderal Dibunuh PKI? Banyak Dibumbui Konflik

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Rabu, 14 September 2022 |14:13 WIB
Alasan Kenapa 7 Jenderal Dibunuh PKI? Banyak Dibumbui Konflik
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

Saat itu di tahun 1948 terjadi perbedaan pendapat antara golongan partai kanan dan kiri. Golongan kiri diduga melakukan pemberontakan dengan mendirikan pemerintaha Uni Soviet-Indonesia di Madiun. Padahal komunis adalah musuh bagi Angkatan Darat. Karena itulah, pemerintah melakukan operasi militer untuk menumpas hal tersebut.

Karena konflik makin memanas, PKI menggaungkan isu adanya jenderal atau Dewan Jenderal yang ingin menggeser posisi Presiden Soekarno. Hal tersebut yang kemudian menjadi alasan para Jenderal diculik.

Padahal yang sebenarnya terjadi para Jenderal bukan ingin menggeser posisi Soekarno, melalinkan membahas Wanjakti yaitu Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi AD yang tugasnya untuk membahas kenaikan pangkat dan jabatan.

Terbunuhnya ketujuh jenderal terjadi karena PKI telah menyusup ke pasukan Cakrabirawa, yaitu pasukan pengawal presiden. Saat itu tugas ini dikomandoi oleh Lettu Doel Arief untuk menculik para jenderal.

7 Jenderal Angkatan Darat yang menjadi korban kebiadaban PKI (Partai Komunis Indonesia) yaitu Letjen Ahmad Yani, Mayjen Suprapto, Mayjen S.Parman, Brigjen D.I Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomihardjo, Brigjen M.T Haryono, dan Lettu Pierre Tenderan.

Awalnya, dalam perundingan tidak menyebutkan rencana pembunuhan. Namun, Lettu Doel Arief memberikan perintah bahwa para jenderal harus diculik dalam keadaan hidup atau mati.

Demikian informasi mengenai alasan kenapa 7 Jenderal Dibunuh PKI. Semoga semakin menambah wawasan Anda.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement