LONDON – Berlian Koh-I-Noor pernah menjadi intan terbesar di dunia. Dengan berat awal 158,6 gram atau 793 karat, permata seukuran telur ayam ini menjadi incaran para penguasa di seluruh dunia.
Sejak abad pertengahan, Koh-I-Noor yang berarti ‘gunung cahaya’ diperebutkan oleh maharaja, shah, pangeran, bahkan para ratu di dunia. Di tambang India pada 1300-an, permata menakjubkan ini sering berpindah tangan. Bak batu bertuah yang tak habis dimakan zaman, Koh-I-Noor membawa kejayaan bagi pemiliknya, namun juga kutukan.
Sejak awal ditemukan di gua tambang Kollur (dekat kota modern Hyderabad, Telangana) milik Kerajaan Golkonda, cahayanya telah menyilaukan mata setiap insan yang melihatnya. Tidak terkecuali para maharaja.
Baca juga: 5 Perhiasan Spektakuler di Dunia Tapi Mematikan! Picu Bunuh Diri hingga Banyak Kutukan Seram
Masyarakat India percaya berlian ini diturunkan oleh Sang Surya atau Dewa Matahari sebagai hadiah untuk Bumi. Sementara umat Hindu meyakini permata seindah itu telah dicuri dari Dewa Khrisna saat tengah lelap tertidur. Kisah-kisah itu semuanya dihubungkan dengan perhiasan syamantaka yang terkenal berkekuatan supranatural dalam mitologi Hindu-India.
Baca juga: Kisah Berlian Koh-i-Noor Pembawa Maut, Harganya Bisa Capai Rp170 Triliun
Sebagaimana dilansir dari Worthy, orang yang memiliki berlian Koh-I-Noor berhak menjadi penguasa dunia. Petuah inilah yang kemudian membuatnya menjadi berlian yang paling direbutkan bangsa-bangsa melalui perang berdarah.
Pemilik pertamanya diketahui adalah maharaja Golkonda dari Dinasti Kakatiya di India. Sampai pada keruntuhannya di 1323, berlian itu berpindah tangan ke Alauddin Khilji, penguasa kedua dari Dinasti Khilji, yang mendirikan Kesultanan Delhi di India. Dibantu jenderal perangnya, Malik Kafur, ia berhasil merebut permata agung tersebut.