Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kerajaan Kutai: Silsilah, Masa Kejayaan dan Peninggalannya

Fatmawati , Jurnalis-Jum'at, 16 September 2022 |13:26 WIB
Kerajaan Kutai: Silsilah, Masa Kejayaan dan Peninggalannya
Kerajaan Kutai: Silsilah, masa kejayaan dan peninggalannya. (Foto: Kemendikbud)
A
A
A

Peninggalan Kerajaan Kutai

Total ada tujuh prasasti yupa yang ditemukan dan menjadi bukti sejarah kerajaan Kutai. Semua peninggalan itu ditulis dalam bahasa Pallawa dan Sansekerta.

1. Prasasti Yupa Muarakaman I

Prasasti ini tertulis dalam 12 baris pahatan yang menceritakan tentang silsilah Kerajaan Kutai. Diperkirakan dibuat pada abad ke-4. Didalamnya menyebutkan bahwa Raja Mulawarman merupakan anak dari Aswawarman dan merupakan cucu dari Kudungga.

2. Prasasti Yupa Muarakaman II

Berbeda dengan Prasasti Yupa Muarakaman I yang berisi 12 baris, Prasasti Yupa Muarakaman II hanya terdiri dari 8 baris tulisan saja. Tertulis disana menceritakan tentang Raja Mulawarman yang menyumbangkan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

3. Prasasti Yupa Muarakaman III

Pada Prasasti ini menceritakan tentang kebaikan budi dan kebesaran Raja Mulawarman.

4. Prasasti Yupa Muarakaman IV

Prasasti yang terdiri dari 11 baris tulisan ini sayangnya, tulisan yang terdapat pada batu prasasti sudah tidak terbaca lagi dikarenakan telah aus.

5. Prasasti Yupa Muarakaman V

Prasasti Yupa Muarakaman V terdiri dari 4 baris tulisan. Berisikan peringatan sedekah yang telah diberikan oleh Raja Mulawarman.

6. Prasasti Yupa Muarakaman VI

Prasasti ini terdiri dari 8 barus tulisan. Menceritakan tentang Raja Mulawarman yang memberikan persembahan kepada para kaum Brahmana berupa air, keju, minyak wijen, dan sapi.

7. Prasasti Yupa Muarakaman VII

Terakhir, pada Prasasti Yupa Muarakaman VII ini terdiri 8 baris tulisan yang menceritakan puncak kejayaan Kutai pada periode Raja Mulawarman yang telah mengalahkan raja-raja saat itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement