Share

Konflik di Perbatasan Kirgistan dan Tajikistan Tewaskan Hampir 100 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 19 September 2022 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 18 2670183 konflik-di-perbatasan-kirgistan-dan-tajikistan-tewaskan-hampir-100-orang-ntEnn5raH7.jpg Foto yang dirilis pasukan perbatasan Kirgistan menunjukkan pertempuran dengan Tajikistan. (Foto: Reuters)

BISHKEK - Kirgistan dan Tajikistan pada Minggu, (18/9/2022) mengatakan hampir 100 orang tewas dalam konflik perbatasan kedua negara, ketika gencatan senjata yang rapuh antara negara-negara Asia Tengah diperpanjang hingga hari kedua dan sekutu mereka, Rusia, mendesak pengurangan ketegangan.

Bekas republik Soviet bentrok karena sengketa perbatasan pada 14-16 September, saling menuduh menggunakan tank, mortir, artileri roket, dan pesawat tak berawak untuk menyerang pos-pos dan pemukiman di dekatnya.

BACA JUGA: Baku Tembak Pecah di Perbatasan Tajikistan dan Kirgizstan, Seorang Warga Sipil Tewas

Kedua negara berbatasan dengan China, sementara Tajikistan juga memiliki perbatasan yang panjang dengan Afghanistan.

Bentangan panjang perbatasan yang memisahkan kedua negara bekas Soviet itu diperebutkan. Bentrokan pada April 2021 menewaskan lebih dari 50 orang dan meningkatkan prospek konflik yang lebih luas.

Masalah perbatasan Asia Tengah sebagian besar berasal dari era Soviet, ketika Moskow mencoba membagi wilayah antara kelompok-kelompok yang sering menetap di antara etnis lain.

Kirgistan pada Minggu malam melaporkan tambahan 13 kematian akibat pertempuran, menambah korban sebelumnya 46. Negara bekas Soviet itu juga mengatakan 102 orang terluka.

Sebelumnya, Kirgistan mengatakan telah mengevakuasi sekira 137.000 orang dari daerah konflik. Pemerintah menyatakan 19 September sebagai hari berkabung bagi para korban.

BACA JUGA: Kalah Perang dengan Taliban, Lebih dari 1.000 Pasukan Afghanistan Kabur ke Tajikistan

Media Kirgistan, yang menyebut konflik itu sebagai invasi, melaporkan pada Minggu beberapa pengungsi sudah mulai kembali ke rumah mereka.

Tajikistan pada Minggu melaporkan bahwa 35 orang tewas. Belum ada laporan evakuasi massal.

Kementerian luar negeri Tajikistan mengatakan Kirgistan melanjutkan kampanye media menentangnya dan mencatat bahwa Presiden Kirgistan Sadyr Japarov menggunakan istilah "musuh" untuk merujuk ke Tajikistan dalam pidatonya pada Sabtu, (17/9/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kedua belah pihak menyetujui gencatan senjata pada 16 September yang sebagian besar telah bertahan meskipun ada beberapa dugaan insiden penembakan.

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan Japarov dan Presiden veteran Tajik Emomali Rakhmon pada hari Minggu, kata Kremlin.

Putin mendesak kedua pihak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan situasi "secara eksklusif dengan cara damai, politik dan diplomatik sesegera mungkin", menawarkan bantuan, kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini