Maka itu, dia dan umumnya Indonesia, kehilangan salah satu tokoh yang produktif, yang suka membaca, menulis, dan mengikuti seminar tanpa kenal lelah.
"Insyaallah ada lagi nanti yang timbul sebagai pengganti beliau di Indonesia ini. Pertemuan terakhir setelah diangkat Dewan Pers, saya bertemu melalui zoom, jadi kita selalu aware, selama Covid ini sulit bertemu secara fisik tapi melalui zoom ikut bersama seminar, webbinar, kita kehilangan lah, sulit tuk menggantikan pak Azyumardi," katanya.
(Nanda Aria)