Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahfud: Percuma jika Polri Miliki Aturan Bagus Namun Tak Sejalan Kultur dan Kebiasaan Aparatnya!

Riana Rizkia , Jurnalis-Rabu, 21 September 2022 |10:42 WIB
Mahfud: Percuma jika Polri Miliki Aturan Bagus Namun Tak Sejalan Kultur dan Kebiasaan Aparatnya!
Mahfud MD/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta adanya perubahan kultur di tubuh Polri.

(Baca juga: Duh! Ternyata Masih Banyak Polisi yang Hidup Glamor dan Pamer Harta di Medsos)

Hal itu kata Mahfud menanggapi kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang didalangi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

"Ya itu reformasi kultural, memang harus diperbaiki (kulturnya), misalnya kedisiplinan yang membabi-buta, itu kan tidak boleh menjadi kultur begitu," kata Mahfud MD dalam video yang diunggah di Youtube Polri TV Radio dikutip pada Rabu (21/9/2022).

Menurut Mahfud, akan menjadi percuma jika Polri memiliki aturan yang bagus, namun tidak sejalan dengan kultur dan kebiasaan aparatnya.

"Hanya ada di masalah kultur ya yang kemudian mempengaruhi kinerja-kinerja struktur yang sudah bagus ini," katanya.

"Ga ada gunanya dong memperbaiki aturan, isi aturan kalau budaya hukumnya ga bener," sambungnya.

Mahfud juga menyoroti soal moralitas anggota Polri yang perlu diubah. Terutama berkenaan dengan hedonisme hingga kesewenang-wenangan yang ditunjukkan oleh anggota Korps Bhayangkara.

"Yang paling penting adalah moralitas sikap tamak, hedonis, sewenang-wenang, kesombongan itu kan termasuk dalam lingkup moralitas kita bagaimana menjadi polisi yang humble," katanya.

Mahfud MD pun menyinggung sosok Jenderal Hoegeng yang merupakan Kapolri kelima yang dikenal sebagai polisi jujur, dan berani di Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement