Share

Hadirkan 67 Ribu Ketupat, Tradisi Tulak Bala KTT Pecahkan Rekor Dunia

Agustina Wulandari , Okezone · Rabu 21 September 2022 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 340 2672279 hadirkan-67-ribu-ketupat-tradisi-tulak-bala-ktt-pecahkan-rekor-dunia-IlDjNPDVJU.jpg Tradisi tulak bala KTT pecahkan rekor dunia. (Foto: okezone.com/Pemkab Tana Tidung)

TANA TIDUNG – Tradisi Budaya Tulak Bala di Kabupaten Tana Tidung (KTT) sudah menjadi agenda tahunan pemerintah dan masyarakat setempat. Puncaknya digelar di Pelabuhan Keramat Sedulun, Rabu (21/9/2022).

Momen ini sekaligus memberi pencapaian prestasi bagi daerah termuda di Kaltara tersebut. Tulak Bala KTT mencatatkan rekor dunia, dengan menghadirkan ketupat terbanyak.

Costumer Relation Manager MURI Lutvi S Pradana mengatakan, bukan hanya memecahkan rekor MURI, tetapi kegiatan budaya ini memecahkan rekor dunia. KTT, katanya, telah mencatatkan warisan budayanya dalam sejarah pencapaian rekor skala internasional.

Dia mengatakan awalnya KTT mengajukan pemecahan rekor ketupat terbanyak dengan total 65 ribu ketupat. Namun setelah dihitung, ternyata jumlahnya melebihi apa yang diusulkan.

“Kami mulai menghitung secara manual mulai pukul 05.00 Wita. Ternyata jumlahnya melebihi, totalnya mencapai 67.693 ketupat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jumlah yang dihadirkan pada acara Tulak Bala kali ini memecahkan rekor MURI. Dimana sebelumnya rekor tersebut telah dipecahkan di Gorontalo dengan total 51 ribu ketupat.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan substansi diadakannya budaya adat tulak bala ini untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha. Prosesinya mulai dari pembuatan imbiuku (ketupat) yang telah memecahkan rekor dengan jumlah terbanyak.

Kemudian ada proses mandi Safar dan timbang bayi bagi yang lahir di bulan Safar. “Ini dilakukan agar terhindar dari bala bencana. Maka sudah sepantasnya kita memohon ampunan dan bermunajat serta berdoa hanya kepada Allah SWT agar bala tidak menghampiri kita,” ucap Ibrahim Ali.

Diapun berkomitmen untuk terus melestarikan budaya masyarakat, sebagai wujud perhatian pemerintah. Apalagi dengan adanya raihan prestasi tak hanya skala nasional saja, tetapi sudah mampu memecahkan rekor skala internasional.

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini