Share

Ribuan Buruh Geruduk Gedung Sate, Minta Upah Meningkat 24 Persen Imbas BBM Naik

Arif Budianto, Koran Sindo · Rabu 21 September 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 525 2671946 ribuan-buruh-geruduk-gedung-sate-minta-upah-meningkat-24-persen-imbas-bbm-naik-xNdxoDPJ6z.jpg Demo buruh tolak kenaikan harga BBM di depan Gedung Sate/Foto: Arif Budianto

BANDUNG - Usai ribuan ojek online (Ojol) menggelar aksi demonstrasi, giliran ribuan buruh dari berbagai organisasi di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (21/9/2022).

Buruh menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan meminta kenaikan upah sekitar 24 persen pada tahun 2023.

 BACA JUGA:Pembunuhan Brigadir J, Polri Terima Memori Banding 4 Kaki Tangan Ferdy Sambo yang Dipecat

Aksi buruh dimulai pukul 11.00 WIB, dengan melakukan long march sejauh 2 KM dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ke Gedung Sate. Aksi buruh di warnai dengan pengibaran berbagai benda dan orasi menggunakan dua mobil komando.

Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat Roy Jinto Ferianto mengatakan, aksi ini menolak kenaikan BBM.

 BACA JUGA:Monyet Meneror Turis di Taj Mahal India

"Kenaikan BBM menyebabkan inflasi naik, saat ini sudah di atas 4% tentu ini semakin menurunkan daya beli buruh dan warga masyarakat lainnya dimana upah minimum provinsi dan kabupaten atau kota tidak mengalami kenaikan, " katanya.

Menurut dia, langkah Pemerintah menaikan harga BBM momentumnya tidak tepat karena pandemi baru melandai. Perekonomian baru mau bangkait BBM naik, upah tidak naik membuat posisi buruh menjadi semakin sulit dan terpuruk yang akan menjadi multiplier effect yang besar.

Atas kenaikan BBM itu, pihaknya menuntut adanya kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) untuk tahun 2023. Pihaknya juga meminta ada penyesuaian upah buruh pada tahun ini. Karena sesuai dengan kenaikan upah tahun ini, nilainya sangat kecil.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Tuntutan kenaikan upah sebesar 24 persen sangat rasional, apalagi kalau melihat kenaikan harga BBM sebesar 30 persen. Kenaikan BBM itu membuat banyak harga kebutuhan pokok naik, " jelas Roy. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini