Kebalikan dengan kecanduan, pengidap gangguan obsesif kompulsif terlibat dalam perilaku yang tidak menghasilkan kepuasan, kata Dr Toates.
Akan tetapi semua manusia mencari kenikmatan dan kepuasan. Lalu apa yang membedakan perilaku mencari kepuasan biasa dengan kecanduan?
Ahli psikologi Dr Harriet Garrod menilai sebuah perilaku tergolong kecanduan ketika mencapai taraf intensitas yang menyebabkan dampak negatif terhadap individu dan mereka yang berada di sekitarnya.
Kecanduan makanan dan judi telah masuk golongan perilaku yang bisa didiagnosa sebagai gangguan, sedangkan kecanduan seks belum masuk golongan tersebut karena telah berada dalam kesadaran publik lebih lama, ujarnya.
Artinya, perlu banyak orang yang mencari pertolongan medis sehingga menyediakan lebih banyak bukti untuk mendukung bahwa perilaku mereka adalah kecanduan, kata Dr Garrod.
Dr Abigael San, seorang ahli psikologi klinis yang meyakini perilaku seksual bisa menjadi candu. Namun, bagi orang yang merasa kehilangan kendali, seks sebenarnya adalah lapisan kedua dari masalah sebenarnya, entah itu depresi, kecemasan, atau trauma. Dengan demikian, orang tersebut menggunakan seks sebagai alat untuk meredam masalah sebenarnya.
"Kegiatan dan substansi berbeda mengaktifkan jalur kepuasan dalam cara berbeda, namun kegiatan itu masih mengaktifkan jalur kepuasan," ujarnya.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.