Share

Kisah Raja Charles III Bertemu Sejumlah Presiden AS Sejak Kecil, Pernah Bertemu 10 dari 14 Presiden

Susi Susanti, Okezone · Kamis 22 September 2022 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 18 2673037 kisah-raja-charles-iii-bertemu-sejumlah-presiden-as-sejak-kecil-pernah-bertemu-10-dari-14-presiden-KU6opEDE14.jpg Raja Charles III sejak kecil sudah bertemu Presiden AS (Foto: AP)

LONDONRaja Charles III memiliki kisah tersendiri dengan sejumlah Presiden Amerika Serikat (AS). Charles diketahui pernah hang out dengan putri Richard Nixon, Tricia, di sebuah pesta dansa malam hari di Gedung Putih. Lalu bertukar cerita dengan Ronald Reagan mengenai menunggang kuda. Atau mengobrol panjang lebar dengan Donald Trump dan Joe Biden mengenai perubahan iklim.

Raja Charles III, yang menjadi kepala negara Inggris setelah kematian ibundanya, Ratu Elizabeth II, telah berkenalan dengan 10 dari 14 Presiden AS yang menjabat sejak ia lahir pada 1948.

Ia baru berusia 10 tahun ketika pertama kali bertemu dengan Presiden AS pada 1959. Yakni saat Dwight Eisenhower mengunjungi Ratu dan keluarganya di Puri Balmoral di Skotlandia, tempat Ratu meninggal dunia pada 8 September lalu setelah 70 tahun berkuasa.

Baca juga:  Tak Jabat Tangan Pria Kulit Hitam, Warganet Afrika Tuduh Raja Charles Rasis

“Saya pikir mereka tidak ada kata terlalu dini untuk memulainya,” kata Barbara A. Perry, Direktur kajian kepresidenan di Miller Center, University of Virginia, dikutip VOA.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal, Ini Tantangan Terberat yang Dihadapi Raja Charles III

Ia mencatat bahwa cucu Charles, Pangeran George, masih balita ketika istana Kensington merilis fotonya bersalaman dengan Barack Obama yang sedang dalam kunjungan kepresidenannya ke London pada 2016.

Perry mengatakan Charles tidak pernah bertemu dengan empat Presiden. Yakni Harry Truman, Gerald Ford, Lyndon Johnson dan John F. Kennedy.

Pertemuan Charles dengan presiden AS mencakup apa yang ia kenang sebagai kunjungan akhir pekan yang “lucu” ke Gedung Putih di era Nixon pada 1970 bersama dengan adiknya Putri Anne. Calon raja yang ketika itu berusia 20 tahun merasa ada upaya untuk menjodohkannya.

“Itu adalah ketika mereka berusaha menikahkan saya dengan Tricia Nixon,” kenangnya kemudian.

Charles telah berbincang dengan beberapa presiden pada kunjungannya ke AS dan bertemu dengan beberapa lainnya yang sedang berkunjung ke Inggris. Ia bertemu dengan Donald Trump, Obama, Bill Clinton dan George W. Bush sewaktu ia mewakili kerajaan Inggris pada upacara pemakaman kenegaraan untuk mantan Presiden George H. W. Bush pada 2018 di Washington.

Charles juga bertemu PresidenAS Joe Biden tahun lalu pada konferensi perubahan iklim di Glasgow, Skotlandia.

Menurut wawancara dengan CNN tahun lalu, Charles juga telah mengunjungi AS sekitar 20 kali sejak kunjungan pertamanya yang mengesankan pada tahun-tahun pemerintahan Nixon.

Ia dan adik perempuannya, Anne, telah diundang ke Washington oleh anak-anak perempuan dan menantu Nixon – Tricia Nixon, Julie Nixon Eisenhower dan suaminya David Eisenhower – cucu Presiden Eisenhower – untuk lawatan tiga hari pada Juli 1970.

Tamu-tamu VIP muda itu memiliki jadwal yang padat dalam kunjungan tersebut. Ini mencakup bersenang-senang di tempat peristirahatan kepresidenan di Camp David, tur malam hari ke berbagai monument di Washington, mengunjungi museum, berlayar sambil makan siang di Sungai Potomac menuju ke rumah George Washington di Mount Vernon, Virginia, dansa di South Lawn dengan 700 tamu, dan pertandingan bisbol Senators Washington.

Charles dan Nixon juga bertemu di Oval Office. Rumor jika Nixon ingin menyatukan keluarganya dengan keluarga kerajaan Inggris memang terdengar, tapi takdir berkata lain.

Pada Juni 1971, kurang dari setahun setelah kunjungan Charles, Tricia menikah dengan kekasih lamanya, Edward Cox di Rose Garden di Gedung Putih. Satu dekade kemudian, pada Juli 1981, Charles menikahi Lady Diana Spencer. Mereka bercerai pada 1996.

Berdasarkan memo pada Januari 1970 yang ia kirim ke penasihat keamanan nasionalnya, Henry Kissinger, Nixon sendiri telah mendorong Charles untuk mengunjungi AS guna mendorong hubungan kedua negara.

“Saya pikir ini dapat memberi manfaat yang banyak bagi hubungan AS-Inggris,” kata Nixon. Ia menulis, ia telah diberitahu bahwa Charles “adalah permata yang sesungguhnya” dari keluarga kerajaan dan “memberi kesan yang sangat baik ke manapun ia pergi.”

Charles membalas pujian itu dengan ucapan terima kasih.

“Kebaikan yang diperlihatkan kepada kami di Gedung Putih sangat luar biasa dan untuk itu kami sangat berterima kasih,” kata Pangeran Charles kepada Nixon.

“Adik perempuan saya dan saya membawa kembali ke Inggris bukti paling menghangatkan hati mengenai apa yang dikenal sebagai hubungan istimewa antara kedua negara kita dan keramahtamahan luar biasa yang diperlihatkan kepada kami oleh Anda dan keluarga Anda,” lanjutnya.

Banyak di antara percakapan antara Raja yang semula dikenal sebagai Pangeran Wales itu dengan Presiden-presiden AS belakangan ini yang berpusat pada minatnya dalam mengatasi perubahan iklim. Charles telah berkampanye bagi lingkungan hidup selama 50 tahun, tetapi ia mengakui setelah menjadi raja bahwa peran barunya mengharuskan ia mengesampingkan aktivismenya mengenai hal itu dan isu-isu lainnya.

Charles, 73, dan Biden, 79, diketahui membahas kerja sama global mengenai krisis iklim tahun lalu ketika keduanya menghadiri KTT di Glasgow, Skotlandia. Mereka juga bertemu di Istana Buckingham pada Juni 2021, pada resepsi yang diselenggarakan Ratu sebelum pertemuan puncak para pemimpin dunia di Cornwall.

Biden bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris 2015 setelah Trump selaku Presiden menarik mundur AS dari perjanjian itu.

Biden dan Raja Charles juga diketahui berbicara pada Rabu (21/9/2022) pekan ini, dengan Biden menyampaikan bela sungkawa atas kematian Ratu.

Sementara itu, Trump telah mengatakan bahwa selama kunjungannya dengan Charles, mantan Pangeran itu “yang lebih banyak berbicara” dan menekannya mengenai iklim, dalam pertemuan yang dijadwalkan 15 menit tetapi kemudian berlangsung hingga 90 menit pada tahun 2019 di kediaman Charles di London.

Dalam kunjungan tiga hari ke Washington pada 2011, Charles, seorang pendukung pertanian ramah lingkungan, bertemu dengan Obama. Dalam pidatonya, ia memuji kampanye Michelle Obama melawan obesitas dan kelaparan pada masa kanak-kanak, dan upaya-upaya produsen AS untuk memproduksi makanan yang lebih sehat.

Ia mengkritik subsidi pemerintah AS pada pertanian skala besar dan mendorong ditingkatkannya dukungan pemerintah dan bisnis untuk produksi makanan organik dan ramah lingkungan.

Sewaktu bersulang pada jamuan makan malam di Gedung Putih pada 2005, calon Raja itu mengatakan kepada Presiden George W Bush bahwa dunia berpaling ke AS untuk melihat arahan mengenai berbagai isu paling krusial yang dihadapi planet kita dan, kehidupan anak cucu kita. “Sungguh, beban dunia terletak pada bahu Anda,” katanya.

Dalam pernyataannya, Charles juga mengatakan lawatan itu mengingatkannya akan kunjungan pertamanya ke AS ketika media sibuk berusaha menjodohkan dirinya dengan Tricia Nixon.

Saat mengunjungi Reagan di Oval Office pada 1981, keduanya membahas minat bersama mereka dalam menunggang kuda sewaktu seorang pelayan membawa minuman the. Tetapi teh tersebut tidak disajikan dengan cara disajikan di Inggris.

Mengenai pengalaman itu, Reagan belakangan menulis di buku hariannya, “Pelayan membawakannya teh – horor terbesarnya adalah mereka menyajikannya dengan cara kami, menaruh kantong teh di cangkir. Akhirnya saya sadar bahwa ia hanya memegang cangkir dan ia akhirnya meletakkannya di meja. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,” terangnya.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini