Share

8 Bulan Beraksi, Pengoplos LPG 12 Kg Ditangkap

Abdul Rohman, MNC Portal · Jum'at 23 September 2022 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 525 2673657 8-bulan-beraksi-pengoplos-lpg-12-kg-ditangkap-m9mAbiMZHs.jpg Pengoplos gas LPG dari tabung 3 kg ke 12 kg ditangkap Polresta Cirebon. (MNC Portal/Abdul Rohman)

CIREBON - Seorang pria berinisial KD (50) ditangkap polisi terkait kasus pengoplosan tabung gas LPG. Ia mengoplos gas dalam tabung 3 kg ke 12 kg.

Pelaku nekat melakukan aksinya, karena tergiur keuntungan yang lebih besar dibandingkan menjual tabung gas 3 kg. Walaupun beraksi seorang diri, KD mampu menjual tabung gas 12 kg sebanyak 15 tabung setiap bulannya dengan untung puluhan juta rupiah.

Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar, menjelaskan KD menjadikan rumahnya di Karang Anyar, Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon menjadi gudang mengoplos gas.

"Kami terima informasi dari masyarakat. Akhirnya Satreskrim Polres Cirebon Kota melakukan penyelidikan terhadap yang bersangkutan. Terbukti KD telah menyalahgunakan LPG bersubsidi," katanya. Jumat (23/04/2022)

Ia menambahkan, saat melakukan penggerebekan, petugas menemukan 31 tabung gas yang terdiri atas tabung gas 3 kg dan 12 kg, baik yang kosong maupun masih terisi.

"Selain ditemukan puluhan tabung gas, anggota kami juga temukan barang bukti. Seperti pipa besi yang ada jerujinya dan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut LPG ini," tutur Fahri.

Kapolres menjelaskan modus tersangka. KG membeli tabung gas 3 kg seharga Rp19.000. Setelah itu, LPG 3 kg tersebut disuntikkan isinya dengan menggunakan pipa jeruji ke tabung gas 12 kg.

"Untuk mengisi LPG 12 kg, tersangka membutuhkan 4,5 tabung gas elpiji 3 kg dengan modal Rp85.500. Selanjutnya tersangka menjual kepada masyarakat dengan harga Rp215.000," ujarnya.

Dari setiap hasil penjualan tabung gas 12 kg, tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp129.500.

"Jika ditotalkan sejak aksinya dari Januari 2022, tersangka meraup untung sebesar Rp15 juta," katanya.

Sementara itu, atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, sebagaimana telah diubah Pasal 40 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Tersangka terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp6 miliar," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini