Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Pegawai Kerajaan Kediri Dikerahkan Urus Gudang Penyimpanan Makanan untuk Rakyat

Avirista Midaada , Jurnalis-Sabtu, 24 September 2022 |06:30 WIB
Ribuan Pegawai Kerajaan Kediri Dikerahkan Urus Gudang Penyimpanan Makanan untuk Rakyat
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Kerajaan Kediri memiliki banyak pejabat utamanya di daerah untuk mencatatkan penghasilan kerajaan. Hal ini wajar mengingat saat itu masyarakat di Kerajaan Kediri memiliki kesejahteraan yang tinggi. Kendati saat itu hanya menggantungkan ekonominya dari sisi agraris maritim.

Banyak dari masyarakat Kediri, menggantungkan sumber pemasukan ekonominya dari usaha perdagangan, peternakan, dan pertanian untuk masyarakat yang hidup di daerah pedalaman.

Sedangkan, masyarakat yang berada di pesisir, hidupnya bergantung pada perdagangan dan pelayaran. Mereka telah mengadakan hubungan dagang dengan Maluku dan Sriwijaya. Hal ini sebagaimana digoreskan Soedjipto Abimanyu, pada bukunya "Babad Tanah Jawi".

Sejak awal kerajaan berdiri Kediri terkenal sebagai daerah penghasil beras, kapas, dan ulat sutra. Kerajaan Kediri cukup makmur, hal ini terlihat pada kemampuan kerajaan yang memberikan penghasilan tetap pada para pegawainya, kendati hanya dibayar dengan hasil bumi.

Pemerintahan Kediri kala itu sangat memperhatikan keadaan rakyatnya. Sehingga pertanian, perdagangan, dan peternakan mengalami kemajuan yang cukup pesat. Tercatat Kediri memiliki 300 lebih pejabat yang mencatat dan mengurus semua penghasilan kerajaan.

Baca juga: Arti Gelar Raden Wijaya, Raja Pertama Kerajaan Majapahit

Selain itu disebutkan ada tak kurang 1.000 pegawai rendahan yang bertugas mengurusi benteng dan parit kota, serta gedung persediaan makanan. Hal ini membuat kehidupan sosial masyarakat sehingga saat itu masyarakatnya hidup sejahtera dan hidup dengan tenang.

Baca juga: Tunggul Ametung, Penguasa Tumapel Berasal dari Golongan Bawah yang Dibunuh Ken Arok

Kehidupan sosial kemasyarakatan pada zaman Kerajaan Kediri ini dapat dilihat dalam kitab Ling-Wai-Tai-Ta yang disusun oleh Chou Ku-Fei pada tahun 1178 Masehi. Kitab tersebut menyatakan, bahwa masyarakat Kediri memakai kain sampai bawah lutut, dan rambutnya diurai.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement