Share

Musik Keroncong Meriahkan Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Ke-77 RI KBRI Lisabon di Portugal

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 25 September 2022 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 18 2674645 musik-keroncong-meriahkan-resepsi-diplomatik-peringatan-hut-ke-77-ri-kbri-lisabon-di-portugal-WB0cUs3MTM.jpg Penampilan dari Grup Kerontjong Toegoe pada Resepsi Diplomatik KBRI Lisabon, Lisabon, Portugal, 23 September 2022. (Foto: Dok. KBRI Lisabon)

LISABON – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lisabon, Portugal pada Jumat, (23/9/2022) sukses menyelenggarakan Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.

Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan dalam situasi new normal dan pelonggaran protokol kesehatan Covid-19 di Portugal ini dihadiri 200 hadirin yang datang berasal dari kalangan pejabat pemerintahan Portugal, korps diplomatik, friends of Indonesia, diaspora dan mitra kerja KBRI Lisabon. 

BACA JUGA: RI Ikut Pameran Pariwisata Terbesar di Portugal, Ingin Jadi Destinasi Wisata Terbaik di Dunia

Acara resepsi diplomatik yang bertempat di Hotel Hyatt Regency Lisboa ini dikemas dalam konsep pagelaran seni dan kebudayaan tradisional Indonesia. Hal ini terlihat dari desain dekorasi ruangan, kuliner, hingga agenda pertunjukan yang menampilkan musik keroncong dari grup Kerontjong Toegoe dan musik fado oleh Célia Leiria. Tidak tanggung-tanggung, para petugas acara dan penerima tamu didandani lengkap dengan mengenakan busana tradisional khas Indonesia.

Duta Besar LBBP RI untuk Portugal, Rudy Alfonso, dan istri menyambut hangat para tamu kehormatan (Guest of Honor), yang terdiri atas: Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Johnny G. Plate; Menteri Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Portugal, Ibu Elvira Maria Correia Fortunato; serta Ketua Mahkamah Konstitusi Portugal, Bapak João Caupers.

BACA JUGA: Kopi Indonesia Hadir dalam Ajang Lisbon Coffee Fest 2022, Disambut Baik Pengunjung

Para hadirin terpukau menyaksikan pembukaan acara yang ditandai dengan pementasan tari Pendet Bali oleh Grup Citraloka Dance. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dari Dubes Rudy Alfonso, Menteri Elvira Fortunato, dan Menteri Kominfo Johnny Plate.

Dalam sambutannya Dubes Rudy Alfonso menyatakan kegembiraan atas penyelenggaraan resepsi diplomatik tahun ini secara fisik, di mana selama dua tahun terakhir sulit untuk diwujudkan. Momen ini menjadi penting karena bertepatan dengan kepemimpinan Indonesia pada G20 hingga 30 November 2022, dan juga kepercayaan untuk mengemban keketuaan ASEAN di tahun depan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sejalan dengan tema yang diusung Indonesia dalam G20, “Recover Together, Recover Stronger”, Duta Besar mengundang partisipasi aktif dan kerja sama internasional untuk mendukung tujuan pemulihan bersama yang lebih kuat, termasuk keikutsertaan dalam KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022. Dubes Rudy Alfonso juga turut mempromosikan perhelatan besar Trade Expo Indonesia 2022, yang akan diselenggarakan pada 19-23 Oktober 2022.

Hubungan sejarah Indonesia-Portugal juga menjadi poin penting yang disebutkan oleh Dubes RI. Hal ini terbukti dari jejak-jejak kebudayaan Portugis yang ditemukan di Indonesia, hingga menjadi simbol persahabatan yang erat.

Dubes RI Rudy Alfonso menyampaikan sambutannya. (Foto: KBRI Lisabon)

“Kita dapat melihat jejak historis dari kebudayaan Portugis mulai dari arsitektur, kemiripan kosa kata, hingga genre musik keroncong. Nanti, kita akan dengarkan bersama-sama musik keroncong dari Indonesia yang mendapat pengaruh dari musik Fado, Portugal,” kata Dubes Rudy Alfonso dengan semangat.

Pada sesi sambutan dari tamu kehormatan Indonesia, Menteri Johnny G. Plate menyampaikan harapan untuk terus menjalin hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Portugal. Ia juga menyinggung tentang rencana kunjungan ke Portugal untuk menemui Sekretaris Negara bidang Digitalisasi dan Modernisasi Administrasi, Mario Filipe Campolargo guna mendiskusikan potensi kerja sama konkrit di bidang komunikasi dan informasi.

Dari pihak Portugal, sambutan Menteri Elvira menekankan pentingnya hubungan lama antara Portugal dan Indonesia, serta potensi kerja sama di berbagai bidang. Ia juga mengagumi negara Indonesia dengan peranan penting di pasar kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Beliau juga mencatat terdapat pelajar Indonesia yang mengikuti pendidikan di beberapa universitas terkemuka di Portugal. Menteri Elvira menyampaikan harapan agar jumlah mahasiswa Indonesia semakin meningkat.

Setelah kata sambutan, acara dilanjutkan dengan pengerukan tumpeng oleh Dubes Rudy Alfonso, diikuti dengan penyerahan simbolis kepada Menteri Elvira.

Sajian kuliner Indonesia yang dihidangkan sebagai makanan pembuka, antara lain: martabak telur mini, risoles, kueku, dan dadar gulung. Sementara untuk sajian utama, menu favorit yang disediakan adalah sate ayam dengan saus kacang, nasi goreng dengan rendang, serta soun goreng.

Sambil menyantap kuliner yang disajikan, hadirin disuguhi pertunjukan musik yang diawali dengan musik fado khas Portugal. Pada kesempatan ini, penyanyi Célia Leiria membawakan enam lagu klasik fado dengan irama syahdu, diiringi oleh dua instrumen gitar Portugis.

Pada sesi selanjutnya, grup Kerontjong Toegoe dari Indonesia membawakan sepuluh lagu, empat di antaranya dalam campuran bahasa Portugis. Grup musik ini terdiri dari sembilan orang dengan memainkan beragam instrumen, seperti gitar, biola, bass, perkusi, dan ukulele. Meskipun ritme musik dari tiap lagu yang dibawakan bervariasi, genre keroncong secara umum memperlihatkan nuansa irama yang mirip dengan fado.

Kejutan terjadi saat grup Kerontjong Toegoe menyanyikan lagu Rosa Branca, Penyanyi Fado Célia Leiria turut bernyanyi secara duet dengan vokalis Kerontjong Toegoe.

Menjelang akhir sesi pertunjukan musik, hadirin justru ikut bergoyang bersama saat lagu 'Jali-jali' dimainkan. Dalam suasana yang meriah tersebut, Grup Kerontjong Toegoe menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia di luar negeri. Permainan musik yang luar biasa dari kedua grup penampil menjadi bukti hubungan historis dan asimilasi budaya di masa lalu.

Selanjutnya, grup Citraloka Dance kembali mengisi panggung dengan Tari Nusantara yang merepresentasikan berbagai macam tarian nasional Indonesia. Atraksi tarian ini sekaligus menjadi penutup pelaksanaan resepsi diplomatik, diikuti oleh tepuk tangan para hadirin.

“Saya takjub dengan penampilan musik yang disajikan, ... saya tidak tahu kalau musik Portugis dan musik Indonesia memiliki kedekatan seperti ini,” ucap menteri Elvira saat ditanya di sela-sela pertunjukan musik.

Ilidio Serrodio, Ketua Kadin Indonesia-Portugal, mengungkapkan “Pertunjukan yang sangat indah, acara berjalan dengan lancar, makanannya juga sangat enak. Saya tidak sabar untuk berkunjung kembali ke Indonesia.”

“Pertunjukan budaya (tarian) dan musik tradisional Indonesia yang sangat indah, ekspresif, dan saya sangat menikmatinya” komentar Luciano da Silva, Konsul Kehormatan RI di Porto.

"Banyak rekan-rekan duta besar dari negara lain memuji pelaksanaan resepsi diplomatik Indonesia yang diatur secara baik dan pertunjukan spesial," ujar Dubes Rudy Alfonso bangga.

Selama acara berlangsung, KBRI Lisabon memajang beberapa produk-produk Indonesia, seperti kopi dan makanan kemasan pada pojok khusus. Produk-produk contoh ini juga dimasukkan dalam souvenir bag yang diserahkan kepada para pengunjung di akhir acara. Pojok khusus produk Indonesia ini dimanfaatkan sebagai sarana promosi Trade Expo Indonesia 2022, untuk menarik minat potensi mitra bisnis Portugal-Indonesia.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini