“Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, BLT memang lebih efektif karena sasaran penerima lebih jelas. Pemerintah memiliki basis data untuk memberikan BLT, meskipun tingkat akurasi data masih perlu menjadi perhatian,” jelasnya pada Senin, 12 September lalu.
Pemberian BLT ini sudah mulai disalurkan sejak pertengahan September silam kepada masyarakat yang membutuhkan. Sudah banyak masyarakat yang telah menerima BLT ini, termasuk Mang Adin, salah satu pengemudi ojek online di Kawasan Jakarta.
Hidup dengan pendapatan rendah dan tidak tetap membuat Mang Adin termasuk masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, sehingga adanya kebijakan BLT ini disambut gembira olehnya. Menurutnya, dengan adanya program BLT, dirinya dapat tetap bisa mengakses BBM tanpa harus merogoh kantong lebih dalam lagi.
“Lumayan ada BLT (BBM) ini, saya jadi enggak begitu berat (mengeluarkan biaya) untuk beli bensin buat ngojek,” ujarnya.
Ia mengaku sudah mendapatkan BLT BBM sejumlah Rp600 ribu yang diberikan oleh RT ditempat kediamannya. Selain Mang Adin, ada juga Misan, warga Tanggerang yang juga sudah mendapatkan BLT BBM dari pengurus RT setempat. Namun, berbeda dengan Mang Adin yang mendapatkan BLT BBM secara utuh, Misan justru mendapatkan potongan dari BLT yang ia terima. Ia mengaku warga di tempat kediamannya, Kampung Bojongbulak, minimal Rp30 ribu per orang.