Share

Petugas Kebersihan SPBU Timbun BBM, Caranya Akali Mesin Pompa Mengejutkan

Demon Fajri, Okezone · Kamis 29 September 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 340 2677455 petugas-kebersihan-spbu-timbun-bbm-caranya-akali-mesin-pompa-mengejutkan-9jyJCjr5J0.JPG Penimbunan BBM di SPBU (Foto MPI)

BENGKULU - Salah satu oknum cleaning service (CS) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, berinisial AR (40), ditangkap polisi.

Pria ini, ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), anggota Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Polda Bengkulu.

Pria 40 tahun ini terjaring OTT ketika mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis Bio Solar subsidi, dengan menggunakan jerigen ukuran 35 liter.

Perbuatan terduga pelaku ini diduga sudah dilakukan sejak tahun 2012 atau setara dengan 10 tahun, dengan memanfaatkan dirinya sebagai CS SPBU di daerah itu.

Untuk melancarkan aksinya, terduga pelaku bekerjasama dengan petugas SPBU lain guna mengisi BBM jenis Bio Solar Subsidi, ke dalam jerigen saat malam hari. BBM itu pun dikumpulkan di rumahnya.

Direktur Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kombespol. Dodi Ruyatman melalui Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus, AKBP Florentus Situngkir mengatakan, sejak kebijakan dari PT. Pertamina terkait pengisian BBM Bio Solar wajib menginput data kendaraan, terduga pelaku diduga memanipulasi surat rekomendasi pembelian BBM tertentu, dengan ditandatangani Kepala Desa setempat, untuk kebutuhan 500 liter/bulan.

Hal itu sebagai dasar untuk pengisian BBM jenis Bio Solar di SPBU Kabupaten Bengkulu Utara, di tempat terduga pelaku bekerja.

Selain itu, terduga pelaku mengisi langsung ke dalam tangki kendaraan secara berulang-ulang dengan mengubah plat nomor kendaraan yang diinput melalui sistem.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Terduga pelaku mendapatkan nomor plat kendaraan tersebut, dari menscreenshoot foto kendaraan yang ada di situs jual beli online," kata Florentus, Kamis (29/9/2022).

Terduga pelaku, kata Florentus, dijerat pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah dengan UU No. 11 tahun 2020, tentang Cipta Kerja dengan ancaman paling lama 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp60 milliar.

"Dari terduga pelaku berhasil disita 15 jerigen kapasitas 35 liter, 3 diantaranya berisi BBM subsidi jenis Bio Solar, corong (alat pemindah BBM) serta selang," pungkas Florentus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini