Share

Australia Akan Akhiri Aturan Wajib Isolasi Covid-19 Mulai 14 Oktober

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 September 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 18 2677978 australia-akan-akhiri-aturan-wajib-isolasi-covid-19-mulai-14-oktober-ftP6BPIrU5.jpg Foto: Reuters.

CANBERRA - Australia akan mengakhiri aturan isolasi Covid-19 wajib mulai bulan depan, kata pemerintah.

Menurut aturan saat ini siapa pun yang dites positif virus harus mengisolasi diri selama lima hari. Tetapi, aturan itu akan berakhir mulai 14 Oktober.

Kadang-kadang dijuluki "Benteng Australia", Negeri Kanguru memiliki beberapa pembatasan paling ketat di dunia sejak pandemi dimulai. Isolasi wajib telah menjadi salah satu dari sedikit pembatasan yang tersisa.

Kepala Petugas Medis Australia, Profesor Paul Kelly, mengatakan keputusan itu "sama sekali tidak menunjukkan bahwa pandemi telah selesai".

Tapi "fase darurat" itu mungkin sudah berakhir, katanya sebagaimana dilansir BBC.

Australia terus mencatat sekira 5.500 kasus virus setiap hari, angka resmi menunjukkan. Ini adalah salah satu negara yang paling banyak divaksinasi di dunia.

Menurut Prof. Kelly, saat ini Australia memiliki jumlah penerimaan rumah sakit dan wabah perawatan lansia yang "sangat rendah".

Asosiasi Medis Australia menentang perubahan itu, dengan mengatakan mereka yang mendorongnya tidak "melek ilmiah" dan membahayakan nyawa.

Sekira 15.000 orang telah meninggal dengan virus di Australia - lebih sedikit dari banyak negara. Sebagian besar telah terjadi tahun ini setelah negara itu dibuka.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Australia telah menutup perbatasan internasional selama sekitar dua tahun dan memberlakukan batasan ketat pada pergerakan di seluruh negeri.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan sebagian besar pembayaran pemerintah yang ada untuk orang-orang yang harus kehilangan pekerjaan karena Covid juga akan dibatalkan.

"Selalu dipertimbangkan bahwa tindakan ini adalah tindakan darurat," katanya.

Pekerja lepas dan mereka yang berada di area berisiko tinggi seperti perawatan lanjut usia atau kesehatan masih bisa mendapatkan dukungan keuangan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini