Share

Dugaan Korupsi Lukas Enembe, Tokoh Adat Papua: Tidak Ada yang Kebal Hukum!

Edy Siswanto, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 340 2678764 dugaan-korupsi-lukas-enembe-tokoh-adat-papua-tidak-ada-yang-kebal-hukum-bDlqq3Vj5E.jpg Gubernur Papua, Lukas Enembe (foto: dok Okezone)

JAYAPURA - Gubernur Papua, Lukas Enembe hingga saat ini belum mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang nomor satu di Papua itu selalu mangkir saat dipanggil KPK dengan berbagai alasan.

Terkait dengan kasus Korupsi tersebut, Tokoh Adat Papua Barnabas Nukuboy mengatakan pihaknya mendukung penuh KPK dapat memproses Gubernur Papua Lukas Enembe agar jelas secara hukum.

 BACA JUGA:KPK Kantongi Informasi Ada yang Ingin Perkeruh Kasus Lukas Enembe

Barnabas menyebutkan, masyarakat Papua sudah tahu bahwa ada penetapan tersangka karena dipublikasi langsung oleh KPK. Kasus tersebut berkaitan dengan menyalahgunakan uang rakyat yang berkaitan dengan wewenang sebagai gubernur.

"KPK sudah pasti mempunyai bukti bahwa Lukas Enembe melakukan korupsi uang rakyat," ucap Barnabas, Sabtu (1/10/2022).

 BACA JUGA:Mahfud MD Balas Tudingan AHY soal Intervensi Pemerintah di Kasus Lukas Enembe

Tokoh adat itu menegaskan, tidak ada yang kebal hukum, semua pelanggaran harus di proses secara hukum yang sah terutama pelanggaran terkait penyalahgunaan anggaran masyarakat.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Barnabas mengatakan, masyarakat sangat mengapresiasi terhadap pihak yang membongkar kasus korupsi Lukas Enembe hingga menggunakannya untuk berjudi.

"Lukas Enembe harus Bertanggung jawab dari segi hukum atas perbuatannya sendiri dalam kasus korupsi dan tidak boleh mengorbankan masyarakat Papua sebagai tamengnya," tuturnya.

Ia pun meminta masyarakat tidak boleh ada yang melakukan intervensi karena hal tersebut harus melalui proses hukum.

"Masyarakat tidak boleh salah melihat kasus tersebut dan percayakan KPK karena memang tugas KPK yang melakukan proses hukum terkait korupsi. Jangan mudah terprovokasi oleh para intelektual yang berpihak kepada Lukas Enembe," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini