MALANG - Penjual makanan di Stadion Kanjuruhan Malang masih terngiang pasca kekerasan yang mengerikan itu. Perempuan berusia 20 tahun tersebut bisa menyaksikan bagaimana ngerinya ribuan Aremania menyelamatkan diri dari kejaran petugas keamanan.
Dia sendiri baru menutup, warungnya pada Sabtu malam (1/10/2022) karena adanya kerusuhan. Kondisi kian histeris karena adanya teriakan dari suporter dan ribuan suporter yang menyelamatkan diri.
"Saya ada banyak suara suporter yang berlarian di depan warungnya. Kemudian juga ada suara lemparan batu, sejumlah suara tembakan dan seseorang yang sedang diinjak berkali-kali. Bahkan, ada lebih dari 30 Aremania yang membuka rolling door garasi warungnya untuk bisa menyelamatkan diri," terangnya.
Ada sejumlah suporter yang ikut menyelamatkan diri ke warungnya, beberapa di antaranya masih berusia anak-anak mulai dari dua tahun, TK, hingga sekolah dasar (SD).
"Semuanya nangis histeris. Ada anak kecil, usia tahun, usia TK juga. Ada yang nanya ke anak usia TK apa dia suka bola. Terus anak itu bilang 'mamah yang suka," ungkapnya.
Pada peristiwa tersebut, dia juga menyaksikan bagaimana banyak orang yang digotong dan dievakuasi oleh tenaga medis. Bahkan, dia bisa melihat anjing pengamanan milik polisi ikut mati terkena lemparan batu. "Pokoknya menegangkan, bikin gemetaran," kata dia.