SURABAYA - Salah seorang Arema, suporter Arema FC menceritakan tragedi mengerikan Stadion Kanjuruhan lewat instastory akun instagram pribadinya @hudaaboys. Diketahui, tragedi tersebut telah menewaskan sebanyak 125 orang, luka berat 21 orang dan luka ringan ada 304 orang.
Sebelum unggahan tersebut dikutip, MPI telah meminta izin pada yang bersangkutan. Dan yang bersangkutan, sebut saja Paijo (minta disamarkan), asal Malang bersedia untuk dijadikan bahan pemberitaan.
BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Polri Periksa Direktur PT LIB, PSSI Jatim, dan Kepala Dispora
Ini kesaksian lengkap yang dikunggah Paijo dalam Instastory-nya:
Selama 90 menit berjalan meskipun arema menelan kekalahan semua aman tidak ada gesekan sama sekali. Lalu 2 orang Aremania mulai turun memasuki lapangan (ya itu salah namun turun ke lapangan adalah hal biasa dalam sepakbola).
2 Aremania memasuki lapangan dengan damai dan sempat berpelukan dengan Maringa dan Pak manajer Ali Rifki. Lalu segerombolan Aremania mulai turun ke lapangan untuk menghampiri para pemain (tidak untuk bertengkar). Mereka meluapkan emosi kepada pemain (tidak memukul tidak rusuh). Lalu polisi dan tentara mulai masuk lapangan untuk mengamankan Aremania.
BACA JUGA:Viral! Petugas Satpol PP Rampas dan Injak Pedagang Kecil
Dan salah satu rekan Aremania tertangkap salah satu tentara dan tentara itu dengan brutal memukuli Aremania tersebut. Kawan kawan Aremania tidak terima bahwasanya rekan kami di pukuli dan akhirnya Aremania mencoba menyelamatkan Aremania tersebut.
Kejadian tersebut malah memancing emosi Para Aremania lalu salah satu pihak keamanan memasang gas air mata di lapangan untuk membubarkan Aremania yang turun ke Lapangan.
Beberapa Aremania sudah keluar baik baik karena takut terjadi kericuhan lebih besar. Lalu saya dan rekan saya mulal keluar meninggalkan stadion. Kami keluar dengan damai. Tiba - tiba Polisi melempar gas air mata kepada kami. Kami tidak merusak kami keluar dengan damai.
Mereka melempar gas air mata kepada kerumunan! Sontak kami semburat dan melarikan diri. Hampir seluruh sudut pintu keluar di lempar gas air matal (VIP, GATE 1, GATE 2, GATE 3, GATE 4) kejadian itu membuat kejadian makin panas dan memancing emosi Aremania.