Share

Komnas HAM Dalami Dugaan Kesalahan Penggunaan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan Malang

Avirista Midaada, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 519 2679787 komnas-ham-dalami-dugaan-kesalahan-penggunaan-gas-air-mata-di-tragedi-kanjuruhan-malang-JzluBRjWIv.jpg Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat melakukan konferensi pers terkait kerusuhan di Kanjuruhan/Foto:

MALANG - Ada dugaan pelanggaran penggunaan gas air mata oleh kepolisian saat Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Pasalnya, gas air mata yang digunakan disebut dirasakan berbeda dengan yang pernah disemprotkan sebelumnya di beberapa kesempatan.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bidang Penyelidikan dan Pemantauan Mohammad Choirul Anam mengatakan, timnya masih bekerja dengan mengumpulkan barang bukti terkait adanya indikasi penggunaan gas air mata yang berlebihan.

 BACA JUGA:Anies Jadi Capres Nasdem, Demokrat: Komunikasi Terus Berlanjut

Apalagi gas air mata merupakan zat yang pasti memiliki kedaluwarsa, sehingga menimbulkan tingkat sesak napas yang tentunya akan ada ukurannya.

"Semua zat yang terbuat pasti memiliki logika kedaluwarsa, concern kami yang menjadi salah satu kunci akan kami tanya teman medis. Apa memang sekian korban sesak nafas, kalau iya kadar oksigen gimana," ucap Choirul Anam di Kantor Arema FC, Senin (3/10/2022).

 BACA JUGA: Bahas Pilpres 2024, Airlangga dan Puan Bakal Bertemu pada Akhir Pekan Ini

Pihaknya sendiri juga telah menerima sejumlah bukti - bukti lain berupa foto, video, dan rekaman suara dari Aremania, yang berkaitan dengan Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Selain itu Komnas HAM juga telah berkomunikasi dengan beberapa keluarga yang meninggal dunia untuk mengambil keterangan.

"Agenda komnas HAM memang, satu, mengunjungi keluarga korban, mengunjungi rumah sakit, terus tadi juga berkoordinasi dengan teman - teman Arema, untuk bisa bertemu dengan beberapa pemain. Kami ingin tahu langsung apa yang sebenarnya terjadi," ungkapnya.

"Semoga peristiwa ini jadi terang benderang. Semoga peristiwa ini tidak terulang kembali, tidak hanya untuk Arema atau Aremania, tapi untuk seluruh suporter di Indonesia dan seluruh komunitas di Indonesia. Nah ini ga boleh terjadi lagi," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 - 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.

Tak hanya para pemain Persebaya saja, pemain Arema FC juga diserang oleh sekitar tiga ribuan Aremania sesuai pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Bahkan, petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia. Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa.

Akibat kejadian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada sebanyak 125 jiwa meninggal dunia. Tak hanya itu ada 323 korban luka yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini