Pasca Perang Dunia II, berkembangnya sistem perekonomian liberal, komando dan campuran.
Banyak negara yang bangkrut akibat perang, kecuali Amerika Serikat. Negara ini muncul sebagai penanam modal dengan berbagai programnya, seperti Marshall Plan, Truman Doctrine, Colombo Plan dan Point Four Truman.
Perlombaan industri untuk menciptakan senjata baru dengan teknologi paling maju masih berlanjut, yakni antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet.
Bidang Sosial
Dampak sosial Perang Dunia II terlihat pada perubahan di sisi PBB. PBB membentuk lembaga baru di bawah naungannya yang disebut dengan UNRA atau United Nations Relief Rehabilitation Administration pada 9 November 1943.
UNRA sendiri memiliki beberapa tujuan, termasuk menjamin pemenuhan kebutuhan makan orang terlantar, mendirikan rumah sakit di daerah konflik atau daerah terdampak konflik, mengurus pengungsi dan mempertemukannya dengan keluarga, serta memperbaiki fasilitas terdampak perang.
Bidang Politik
Perang Dunia II juga berdampak pada bidang politik. AS yang keluar sebagai pemenang, selanjutnya menjadi negara adikuasa. Uni Soviet juga berubah menjadi kekuatan raksasa super power, yang jadi pesaing AS.
Perebutan hegemoni keduanya kemudian berkembang menjadi Perang Dingin. Ini memicu munculnya politik aliansi yang berdasarkan kepada Collective Security, sehingga timbul organisasi pakta pertahanan seperti NATO, PAKTA WARSAWA, SEATO, dan METO.