Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragedi Kanjuruhan, Ini Temuan Kompolnas soal Pintu Stadion Terkunci

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 04 Oktober 2022 |12:44 WIB
Tragedi Kanjuruhan, Ini Temuan Kompolnas soal Pintu Stadion Terkunci
Komisioner Kompolnas Wahyurudhanto. (MNC Portal/Avirista Midaada)
A
A
A

MALANG - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan fakta tak ada perintah penutupan pintu Stadion Kanjuruhan sesaat setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir.

Komisioner Kompolnas Wahyurudhanto mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk Kapolres Malang nonaktif AKBP Ferli Hidayat, polisi yang bertugas, Aremania, sejumlah korban, dan saksi di lokasi kejadian.

Pihaknya pun menganalisis menyeluruh terkait sejumlah keterangan dan alat bukti yang didapat guna memastikan adakah pelanggaran fungsi dari kepolisian.

"Isu berkembang saya konfirmasi kepada Kapolres tidak ada perintah untuk menutup pintu, sehingga harapannya 15 menit dibuka. Tapi, tidak tahu kenapa ditutup, tidak ada perintah Kapolres, termasuk penguraian dengan gas air mata disampaikan saat apel 5 jam sebelumnya," ucap Wahyurudhanto, di hadapan awak media di Mapolres Malang, pada Selasa (4/10/2022).

Pihaknya baru menerima informasi adanya pintu stadion yang tertutup saat melakukan pendalaman dan informasi dari sejumlah pihak. Namun, belum ada keterangan resmi siapa yang mengunci pintu tersebut, sehingga membuat banyak penonton berdesakan dan meninggal karena terinjak-injak.

"Belum ada informasi resmi siapa yang mengunci. Ada (informasi pintu terkunci), tapi kurang tahu pasti jumlahnya, (dari total) 12 dan dua pintu besar, yang terkunci menjadi penumpukan di situ," tuturnya.

Ia pun belum melakukan investigasi siapa yang memegang kunci pintu itu. Namun, ia menduga kunci pintu stadion itu dipegang pihak panpel pertandingan, bukan kepolisian.

"Kami belum ke sana. Tapi, secara logika panpel, enggak mungkin polisi pegang kunci, panpel tapi kepastian butuh pendalaman. Siapa yang membawa kunci ini. Di mana pun pertandingan sepakbola, 15 menit terakhir pintu harus terbuka memberikan kesempatan penonton keluar terlebih dahulu," tuturnya.

Bahkan ia pun dapat memastikan apakah pintu terkunci saat pemain-pemain Persebaya sedang dievakuasi menuju kendaraan barracuda. Mengingat seusai pertandingan di luar stadion juga muncul ekskalasi massa yang berpotensi menyebabkan kericuhan, sehingga polisi melakukan pengamanan ketat di luar.

"Kami belum tahu kepastiannya (informasi pintu terkunci karena menunggu pemain Persebaya masuk barracuda), tapi yang pasti planning, karena pertandingan ini punya potensi suporter yang sangat-sangat fanatik, sehingga Polres sudah menyiapkan dua kendaraan pada barracuda," katanya.

"Gunanya apa setelah pertandingan selesai barracuda uda membawa keluar stadion. Ini tidak lazim pada pertandingan bola di seluruh dunia. Ada dua kejadian atau di luar stadion ketika akan dibawa keluar terhambat. Kedua di dalam juga ada kericuhan yang muncullah itu," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement