Share

Dibungkus Dus Pempek, BNN Gagalkan Peredaran 5 Kg Sabu

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 04 Oktober 2022 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 610 2680494 dibungkus-dus-pempek-bnn-gagalkan-peredaran-5-kg-sabu-hmisxShkSO.jpg BNN mengamankan sabu yang dibungkus di dus pempek/Foto: Dede Febriansyah

PALEMBANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggagalkan pengiriman lima kilogram narkotika jenis sabu. Barang haram yang dibungkus dengan dus pempek tersebut disita polisi dari dua orang tersangka.

 BACA JUGA:The New York Times Soroti Kinerja Polisi di Tragedi Kanjuruhan, Ini Kata Netizen

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi mengatakan, tertangkapnya kedua pelaku yakni Hamdi alias Andi warga Palembang dan Aan warga Sekayu, berawal dari adanya informasi masyarakat terkait adanya pengiriman narkotika jenis sabu.

Berdasarkan informasi tersebut, lanjut Djoko, pihaknya pun melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka Andi di salah satu penginapan di Jalan Lingkar Randik, Kecamatan Kayuare, Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Minggu (2/10/2022).

 BACA JUGA:Ketika Raja Charles III Membuat Lelucon dengan Pena saat Menandatangani Buku Tamu

"Tersangka ini membawa lima kilogram narkoba jenis sabu dari Palembang ke Sekayu dengan dibungkus menggunakan dus pempek," ujar Djoko di Kantor BNNP Sumsel, Selasa (4/10/2022).

Usai mengamankan tersangka Andi, BNNP Sumsel pun langsung melakukan pengembangan dan kembali mengamankan tersangka lainnya, Aan, yang berperan mengambil sabu dari tersangka Andi.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Kedua pelaku langsung kita amankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka ini sindikat Palembang, Batam dan Pekanbaru. Barangnya diduga berasal dari Malaysia. Modusnya terbilang baru, dibungkus dengan dus pempek untuk mengelabui kita," jelasnya.

Sementara itu, tersangka Andi mengaku sudah dua kali mengantarkan sabu kepada tersangka Aan. Untuk satu kali antar, dirinya mendapatkan upah sebesar Rp1 juta.

"Sudah dua kali, yang pertama seberat 3 kilogram. Dapat upah Rp1 juta sekali antar," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini