Share

Kasus Lukas Enembe, Tokoh Adat Waris Keerom Imbau Warga Dukung KPK

Edy Siswanto, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 340 2681424 kasus-lukas-enembe-tokoh-adat-waris-keerom-imbau-warga-dukung-kpk-2Y1X3ZHBGm.jpg Gubernur Papua, Lukas Enembe (foto: dok Okezone)

KEEROM - Tokoh Adat Waris Keerom, Gasper May mengatakan, Gubernur Papua Lukas Enembe membuka diri untuk menerima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap dirinya.

"Lukas Enembe harus membuka diri untuk menerima panggilan KPK, dan mengklarifikasi atas tuduhan korupsi oleh KPK. Masyarakat Papua harus mendukung proses hukum dan tidak boleh melakukan intervensi dalam bentuk apapun karena sudah menjadi kewenangan penegak hukum," Gasper, Rabu (5/10/2022).

 BACA JUGA:KPK Dalami Penggunaan Jet Pribadi Lukas Eenembe ke Beberapa Tempat di Luar Negeri

Ia menambahlan, masyarakat juga tidak boleh terprovokasi karena dikhawatirkan akan menimbulkan korban.

Gasper pun berharap kasus hukum Lukas Enembe ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan proses hukum yang ada.

 BACA JUGA: Istri dan Anak Lukas Enembe Akan Diperiksa KPK Terkait Gratifikasi Proyek APBD Papua

"Semua pihak harus menghormati dan mengikuti proses hukum yang ada di Indonesia, karena hukum adalah panglima di Indonesia dan semua harus taat terhadap hukum yang berlaku," pungkasnya.

 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diketahui, hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa Istri dan Anak dari Gubernur Papua, Lukas Enembe terkait gratifikasi pengadaan proyek yang bersumber dari APBD Papua.

Mereka adalah, Astract Bona Timoramo Enembe selaku anaknya dan Yulce Wenda selaku sang Istri. Selain itu juga KPK memeriksa Willicius selaku Swasta, Yonater Karomba Swasta, dan Frans Manibui selaku swasta dari PT Cendrawasih Mas.

"Hari ini (5/10) pemanggilan dan pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan TPK suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua dengan tersangka LE," ujar Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini