2.Sultan Hasanuddin
Selanjutnya ada Sultan Hasanuddin yang dikenal dengan julukan Ayam Jantan dari Timur. Sultan Hasanuddin merupakan putra dari Sultan Gowa ke-15, Sultan Malikussaid dan I Sabbe To’omo Lakuntu, yang lahir pada 12 Januari 1631 di Makassar.
Di masa pemerintahannya (1653-1669), Kerajaan Gowa-Tallo mencapai masa kejayaan. Bahkan, Sultan Hasanuddin berhasil melebarkan wilayah kekuasaannya ke berbagai daerah-daerah yang subur, seperti Soppeng, Bone, dan Wajo. Maka tidak heran jika jalur perdagangan Indonesia Timur berada di tangannya.
Hasanuddin dikenal atas perjuangannya melawan VOC Belanda yang melakukan monopoli di wilayah kekuasaannya. Atas kegigihan dan keberaniannya, Sultan Hasanuddin ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 1973.
3. Sultan Iskandar Muda
Sultan Iskandar Muda adalah penguasa Kerajaan Aceh yang memerintah pada tahun 1607 hingga 1636. Dia merupakan putra dari pasangan Mansyur Syah dengan Paduka Syah Alam yang lahir pada 1593. Sultan Iskandar Muda telah menduduki takhta dalam usia yang sangat muda, yaitu di antara 18-19 tahun.
Di bawah kekuasaannya, Aceh berada di masa keemasan. Dia berhasil menyatukan bangsa-bangsa Melayu, mulai dari Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa Barat. Selain itu, Aceh juga menjadi salah satu pusat perdagangan dunia, di mana rempah-rempah menjadi komoditas utama. Iskandar Muda mampu menjalankan negaranya dengan adil di bawah sistem qanun (UU dan peraturan Negara). Keberhasilannya dalam membangun kekuatan Aceh menjadikan Sultan Iskandar Muda diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden No 077/TK/1993.