JAKARTA – Dari 14 pintu di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur hanya dua yang terbuka saat tragedi berdarah terjadi di sana pada, Sabtu, 1 Oktober 2022, demikian diungkap Komisioner Komnas HAM Chairul Anam. Sementara itu jumlah korban dari peristiwa kelam itu dilaporkan telah mencapai 705 orang dengan 131 di antaranya meninggal dunia.
Berikut beberapa fakta terbaru seputar tragedi di Stadion Kanjuruhan:
BACA JUGA: Tragedi Kanjuruhan, Polri Tindak Tegas Pelaku Anarkis di Luar Stadion
1. Hanya Dua Pintu Darurat Stadion Kanjuruhan yang Terbuka Saat Tragedi
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa dari delapan pintu darurat di Stadion Kanjuruhan, hanya dua yang terbuka pada saat insiden berdarah itu terjadi. Pintu-pintu darurat tersebut digunakan untuk mengevakuasi pemain.
"Pintu emergency dari 8, yang terbuka hanya 2 itu pun untuk jalur evakuasi pemain Persebaya," kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (8/10/2022).
BACA JUGA: Misteri Suara Wanita Penjual Dawet di Pintu 3 Kanjuruhan, Polri Periksa CCTV
2. Beberapa Pintu Darurat dalam Keadaan Rusak.
Menurut Dedi, enam pintu darurat lainnya yang ada di stadion Kanjuruhan tidak dibuka oleh panitia pelaksana bahkan saat massa berusaha keluar dari stadion selama kerusuhan di lapangan. Ternyata ada beberapa pintu yang sudah tidak berfungsi atau rusak.
Dedi menyalahkan PT LIB dan panitia penyelenggara yang dinilai lalai melalukan audit kedaruratan di Stadion Kanjuruhan.
"Yang 6 (pintu) lainnya tertutup, terkunci dan tidak dapat difungsikan. Panpel PT LIB tidak melalukan audit kedaruratan," jelas Dedi.