Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Evaluasi Tragedi Kanjuruhan, Polisi Kemungkinan Tak Ditempatkan Lagi di Dalam Lapangan

Inin Nastain , Jurnalis-Minggu, 09 Oktober 2022 |14:06 WIB
Evaluasi Tragedi Kanjuruhan, Polisi Kemungkinan Tak Ditempatkan Lagi di Dalam Lapangan
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah penyimpangan ditemukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan. Dari hasil penyelidikan itu, Tim juga sedang merumuskan beberapa rekomendasi yang nantinya disampaikan, termasuk kepada FIFA.

Keganjilan pertama yang ditemukan tim yakni sistem penjualan tiket. Dari hasil penyelidikan ditemukan penjualan tiket secara online tidak berjalan dengan baik.

Kesimpulan awal itu didapat tim setelah melakukan pembicaraan dari pemilik klub. “Semua fakta kami kumpulkan, kami juga sudah berbicara dengan pemilik klub. Kami di situ melihat ada persoalan management event yang parah, yang cukup menjadi persoalan bertahun-tahun terpelihara,” kata Anggota TGIPF Rhenald Kasali.

Dijelaskannya, ada pihak-pihak tertentu yang disindir menggembosi penjualan tiket secara online itu. “Mislanya saja, mengapa penjualan tiket online ini tidak berhasil. Rupanya ada pihak-pihak yang berkepentingan, yang tidak berhasil diatasi. Kalau tiket online berhasil dijalankan maka dipastikan setiap event itu ada data siapa yang melakukan apa, semua big datanya bisa diambil. Ini tidak dijalankan,” kata dia.

Keberadaan petugas keamanan keamanan di dalam lapangan, jelas dia, menjadi salah satu point yang dikaji tim. Melihat tragedi di Kanjuruhan, ke depan, dimungkinkan tidak ada lagi petugas yang berada di dalam lapangan.

“Kami juga sudah mempelajari aturan-aturan FIFA yang selama ini, barangkali ini juga harus menjadi objek perubahan, yaitu Polisi tidak boleh lagi ada di dalam lapangan. Jadi polisi harus berada di luar,” jelas dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement