Lokasi-lokasi seperti itu sangat rentan terhadap jenis badai petir yang dikenal sebagai supercells, yang dapat menghasilkan hujan es yang sangat besar karena adanya putaran ke atas yang kuat yang mereka ciptakan.
Tetapi karena perubahan iklim mengubah suhu atmosfer bumi, demikian juga jumlah uap air di udara.
Hujan es akan lebih intens
Udara yang lebih hangat dapat menampung lebih banyak uap air sementara suhu yang lebih tinggi juga berarti lebih banyak air yang diuapkan dari permukaan bumi.
Hal ini diperkirakan akan menyebabkan curah hujan yang lebih deras dan badai yang lebih ekstrem di beberapa bagian dunia.
"Saat planet terus menghangat, area di mana badai hujan es kemungkinan terjadi cenderung bergeser," kata Brimelow.
"Area yang sekarang memiliki kelembaban yang cukup menjadi faktor pembatas dapat menjadi lebih lembab dan akibatnya, frekuensi hujan es dapat meningkat."
Kombinasi pengamatan perubahan-perubahan yang sudah terjadi dan pemodelan iklim, membuat para peneliti menyimpulkan bahwa hujan es akan menjadi lebih sering di Australia dan Eropa, tetapi akan ada penurunan di Asia Timur dan Amerika Utara.
Kendati begitu, mereka juga menemukan bahwa hujan es umumnya akan menjadi lebih intens.
Dan sementara hujan es mungkin menjadi lebih jarang di Amerika Utara, ketika akhirnya turun hujan es juga cenderung lebih besar, menurut sebuah studi lain yang dilakukan Brimelow dan rekan-rekannya yang meneliti bagaimana kondisi hujan es di Amerika Utara dapat berubah belahan dunia yang lebih hangat.
Salah satu alasannya adalah karena ketinggian di mana hujan es mulai mencair saat jatuh akan naik, jadi batu es kecil akan meleleh menjadi hujan sebelum jatuh ke tanah, tetapi batu yang lebih besar melewati zona hangat terlalu cepat untuk mencair.
"Kami sebenarnya sudah melihat buktinya, data hujan es di Prancis menunjukkan pergeseran dalam distribusi ukuran hujan es," kata Brimelow.
BACA JUGA:Janji Anies soal Rumah DP 0% dan Hunian Berkualitas, Tercapaikah?
Bantalan hujan es adalah blok bahan lunak yang tertinggal dalam badai dan berubah bentuk saat terkena hujan es untuk memberikan catatan ukuran dan jumlah batu es di daerah tersebut.
"Lebih sedikit hari dengan hujan es kecil telah diamati dengan pemanasan, tetapi ada lebih banyak hari dengan hujan es yang lebih besar."
Hak atas foto National Weather Service, Goodland Forecast Office, Batu es berukuran 12cm dikumpulkan setelah badai di Bethune, Colorado, AS, pada tahun 2019.
Itu artinya, kerusakan tahunan yang disebabkan oleh hujan es juga bisa meningkat.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.